0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-Gara Cacat Program, Moderator Facebook Terancam Nyawanya

Logo Facebook (dok.timlo.net/ist)

Timlo.net—Seorang moderator Facebook bersembunyi dan takut jika hidupnya terancam gara-gara sebuah cacat pada sosial media itu mengungkap detil pribadinya kepada para teroris.

Anggota staf Facebook itu lahir di Irak dan memiliki kewarganegaraan Irlandia. Dia bekerja di Facebook sebagai bagian dari tim anti teror di Dublin. Pria itu merupakan salah satu dari seribu orang yang terkena efek dari cacat program pada Facebook.

Semenjak itu, dia meninggalkan Irlandia dan pergi ke Eropa Timur. Apalagi setelah dia mengetahui anggota kelompok Mesir yang terhubung dengan Hamas melihat profil pribadinya di Facebook.

Pria ini berkata kepada The Guardian jika dia dipenuhi ketakutan jika para teroris memburunya dan membunuhnya untuk balas dendam. “Terlalu berbahaya untuk tinggal di Dublin. Satu-satunya alasan kami tinggal di Irlandia adalah untuk lari dari terorisme dan ancaman. Saat Anda berasal dari zona perang dan orang-orang tahu nama keluargamu Anda tahu orang bisa dibantai karena hal itu. Hukuman dari ISIS untuk mereka yang bekerja di anti terorisme adalah pemenggalan kepala. Yang perlu mereka lakukan adalah memberitahu orang radikal di sini,” terangnya.

Cacat ini membuat profil pribadi moderator yang melaporkan grup Facebook kelompok ekstrimis muncul sebagai notifikasi kepada admin kelompok itu. Ada enam anggota staf yang dikatakan mengalami resiko tinggi karena profil pribadi mereka dibagi ke kelompok ISIS, Hisbulah dan pendukung Partai Pekerja Kurdistan.

Luar biasanya, para moderator ini baru sadar ada cacat program itu saat mereka menerima permintaan pertemanan dari orang-orang yang terhubung dengan kelompok teror yang mereka awasi.

Seorang juru bicara Facebook berkata kepada The Guardian, “Kami benar-benar peduli tentang menjaga keamanan siapapun yang bekerja untuk keamanan Facebook. Segera saat kami mengetahui masalah ini, kami memperbaikinya dan mulai penyelidikan yang dalam untuk mengetahui sebanyak mungkin apa yang terjadi.”

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge