0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

International Office UNS Gelar Sharing Day

(foto: Tyo Eka)

Solo – International Office (IO) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan masjid kampus Nurul Huda UNS menggelar Sharing Day, di Masjid Nurul Huda, UNS, Jumat (16/6). Sharing Day berupa ungkapan pengalaman dan suasana selama Ramadan dirasakan oleh mahasiswa internasional UNS yang beragama Islam.

“Melalui acara Sharing Day diharapkan akan terwujud pemahaman dan hubungan lintas budaya yang baik. Apalagi manusia diciptakan dalam berbeda-beda ras, etnis dan kebudayaan, agar kita dapat saling berbagi dan menghargai,” jelas Kepala International Office UNS, Taufiq Al Makmun kepada Timlo.net.

Dalam Sharing Day, kata Taufiq, diisi kajian jelang buka puasa oleh sejumlah mahasiswa internasional UNS berbagi cerita suasana Ramadan di negara masing-masing. Seperti Abdul Kanray Turay dari Sierra Leone, Tuncay Tosun dari Turki, Maelao Kalworai dari Vanuatu, Thu Zar dan Yuzana Maung dari Myanmar, serta Nor Zana Binti Mohd Amir dari Malaysia.

Mereka menceritakan hal menarik yang mereka alami selama bulan puasa di negara mereka. Tuncay misalnya, menurutnya menjalani puasa di Indonesia tak sesulit di Turki. Masyarakat Indonesia hanya berpuasa selama sekitar 14 jam, sedangkan puasa di Turki lebih lama.

“Puasa di sini lebih mudah. Di Turki, puasa Ramadan sekitar 19 jam,” katanya.

Hal menarik disampaikan oleh Zana Binti Mohd, mahasiswa asal Malaysia. Ia mengungkapkan mengenai kewajiban berpuasa di negaranya. Jika di Indonesia orang bebas berpuasa atau tidak. Tetapi di Malaysia, ada sanksi bagi para pria muslim yang ketahuan tidak berpuasa.

Yuzana, mahasiswa asal Myanmar mengungkapkan, ada hal-hal yang kurang mengenakkan yang dialami muslim di Myanmar. Umat Islam di Myanmar adalah minoritas. Di sana hanya ada sedikit masjid dan sering terjadi gesekan dengan umat beragama lain.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge