0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Adat Merapat ke Sinuhun

GKR Koes Moertiyah saat jumpa pers di Dalem Kayonan, Jumat (16/6) (foto: Rosyid)

Solo – Konflik antara Pakubuwana XIII dengan adik-adiknya yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat (LDA) mulai mereda. Setelah bertahun-tahun saling mendiamkan, komunikasi antara kedua kubu mulai terjalin.

“Yang penting kita menyadari posisi masing-masing. Semua sudah diatur. Paugeran (hukum adat) sudah jelas,” kata Ketua LDA, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng saat ditemui di Dalem Kayonan, Jumat (16/6).

Kedekatan kedua kubu dibuktikan saat Kirab Malam Selikuran, Kamis (15/6) malam. Saat itu, Gusti Moeng diamanati Pakubuwana XIII Hangabehi mendampingi Kanjeng Ratu Pakubuwana XIII memberangkatkan rombongan kirab. Keduanya bahkan sempat berfoto bersama, seolah tak pernah ada masalah.

“Kemarin memang saya ditimbali (dipanggil) Sinuhun untuk menyiapkan Malam Selikuran sekalian mendampingi Kanjeng Ratu memberangkatkan rombongan,” akunya.

Malam Selikuran merupakan momen yang tepat untuk rekonsiliasi dengan kakaknya. Menurut penanggalan Jawa, malam ke-21 bulan Ramadan bertepatan dengan kelahiran ayah mereka. Adik Pakubuwana XIII itu pun menyatakan diri siap diperintah Pakubuwana XIII.

foto: Rosyid

“Hari ini, peringatan kelahiran ayahanda saya. Sesuai pesan beliau, saya harus membantu Sinuhun menjalankan tugasnya sebagai raja,” kata dia.

Moeng menampik bahwa selama ini ia dan saudara-saudaranya berkonflik dengan Pakubuwana XIII. Pergolakan di internal Keraton Surakarta selama ini ia sebut sebagai akibat dari miskomunikasi antara dia dengan raja.

“Dan selama ini kita memang tidak ada masalah dengan Sinuhun. Cuma karena komunikasi kita saja yang terhambat,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge