0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nilai Ekspor Produk Furniture Anjlok, Kemenperin Turun Tangan

Dirjen IKM Kemenperin saat meresmikan rumah promosi Kimkas (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Sebagai upaya meningkatkan daya saing industri produk furniture dan kerajinan dalam negeri, Kementrian Perindustrian berkomitmen untuk dapat membantu memberikan berbagai kemudahan. Dengan adanya support yang diberikan, harapanya nilai ekspor produk dalam negeri bisa mencapai  3,5 Miliar US Dollar hingga 2019.

“Nilai ekspor furniture pada 2015 kita diangka  1,21 Miliar USD. Dan pada 2016 lalu bukannya malah naik tapi justru anjlok diangka 1,04 Miliar USD, sehingga melihat kondisi ini kita harus turun tangan,” ujar Ditjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih kepada wartawan, Kamis (15/6).

Menurut dia, ada berbagai support yang telah diberikan pemerintah untuk membantu mendorong para pelaku IKM. Mulai dari dikeluarkannya kebijakan KITE (kemudahan impor untuk tujuan ekspor), pameran termasuk pembiayaan.

“Sudah ada beberapa bank BUMN yang kita gandeng untuk membantu memberikan pembiayaan kepada pelaku IKM. Mulai dari BNI, BRI, BJB, dan BTN,” jelasnya.

Bahkan dalam upaya peremajaan mesin guna meningkatkan teknologi dan efisensi IKM, pihaknya juga berencana menganggarkan Rp 10 Miliar pada 2018.  Bantuan itu akan diberikan dalam bentuk potongan harga pembelian mesin.

Untuk industri kecil,lanjut dia potongan harga yang diberikan sebesar 45persen jika mesin produksi dalam negeri. Dan potongan 35 persen jika impor.  Sedangkan industri menengah diberikan sebesar 35 persen jika dalam negeri dan 25 persen jika barangnya impor.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge