0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lebaran, PMI Solo Jamin Stok Darah Aman

Petugas melakukan pengecekan darah di Bank Darah PMI Solo. (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Palang Merah Indonesia (PMI) Solo memastikan stok darah selama Lebaran aman. Hal ini dipastikan dengan jumlah stok darah yang tidak melampaui ambang batas hijau. Meski begitu, pihak PMI mengakui bahwa jumlah pendonor turun hingga 40 persen.

“Biasanya turunnya jumlah pendonro terjadi pada Desember- Januari dan Juni- Juli. Karena sebagian besar pendonor kami yang merupakan mahasiswa maupun pelajar sedang liburan semester. Selain itu sepanjang bulan puasa juga turun 30-40 persen. Yang rutin donor tiga bulan sekali dari 200 orang tinggal 60 orang,” papar Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto, Kamis (15/6).

Sementara kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) dr Kunti menjelaskan, batas aman kebutuhan darah di kota Bengawan mencapai 12 ribu hingga 13 ribu kantong darah per bulannya atau 7000 pendonor. Pasalnya, Solo merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia yang membutuhkan darah paling banyak setelah Jakarta (35 ribu kantong darah) dan Surabaya (25 ribu kantong darah).

Berdasarkan data persediaan darah PMI Solo hingga Rabu (14/6) sore, mencapai 1523 kantong darah atau kolf. Dari jumlah itu, 188 kolf golongan darah A, 609 kantong golongan darah B, 517 kantong golongan darah O, dan 209 kantong golongan darah AB.

Selain melayani Kota Solo, PMI Solo juga melayani berbagai kota di sekitar Solo, seperti Boyolali, Wonogiri, Klaten, Sragen, Karanganyar, bahkan hingga Pacitan Jawa Timur. Dikatakan,  pihak PMI juga berupaya maksimal untuk menjaga agar jumlah darah selalu terpenuhi, dengan pembuatan database pendonor.

“Jadi kalau misalnya pendonor sedikit, kita lihat di database mana-mana pendonor yang bisa kita hubungi untuk mendonor, ini strategi agar jumlah darah tetap dalam kondisi aman,” kata dr Kunti.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge