0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Singgah Penyandang HIV/AIDS Mendesak Segera Dibangun

Direktur Rehabilitasi Sosial, Tunasosial dan Korban Perdagangan Orang, Kemensos, Sonny W. Manalu bersama Sekretaris Daerah Solo, Budi Yulistianto saat memberi keterangan kepada wartawan di Balaikota Solo, Rabu (14/6). (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pembangunan rumah singgah Orang atau Anak Dengan HIV AIDS (ODHA/ADHA) di Solo mendesak segera dilaksanakan. Selama ini, rumah singgah yang dikelola Yayasan Lentera masih menggunakan rumah kontrakan. Sementara biaya sewa rumah dipastikan terus naik setiap tahun.

“Kami dengar tahun ini masa kontraknya habis Bulan Desember,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial, Tunasosial, dan Korban Perdagangan Orang, Kementerian Sosial, Sonny W Manalu saat ditemui di Balaikota Solo, Rabu (14/6).

Dengan sisa waktu yang tinggal enam bulan, pembangunan rumah singgah mendesak segera dimulai. Kemensos, Pemkot, dan Lottemart kian intensif berkoordinasi. Setelah berdiskusi di ruang rapat Walikota, rombongan langsung meninjau lahan yang akan menjadi lokasi rumah singgah.

“Kami harap bisa segera terlaksana. Paling lambat Oktober sudah selesai semua. Jadi ada waktu untuk pindahan, persiapan, segala macem,” kata dia.

Store General Manager Lottemart, Siti Partimah menerangkan pihaknya menyiapkan dana hingga Rp 600 Juta untuk pembangunan. Hanya saja kebutuhan riil biaya pembangunan masih harus menunggu desain bangunan.

“Biaya itu hanya untuk fisik saja. Fasilitas pendukung, sarana, dan prasarana akan disiapkan Kemensos,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemensos bersama Pemkot merangkul Lottemart akan segera membangun rumah singgah di Solo. Rumah singgah tersebut akan dibangun di tanah Pemkot Solo di sekitar Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug. Pengelolaannya akan diserahkan kepada Yayasan Lentera yang selama ini masih menggunakan rumah kontrakan untuk menampung ODHA/ADHA.​

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge