0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Brotoseno Divonis 5 Tahun

Brotoseno (merdeka.com)

Timlo.net – Terdakwa penerima suap atas dugaan korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat, Brotoseno terbukti bersalah. Hakim Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta

“Menjatuhkan vonis kepada Raden Brotoseno 5 tahun penjara denda Rp 300 juta atau apabila tidak bisa mengganti, diganti kurungan penjara 3 bulan,” ucap ketua majelis hakim Baslin Sinaga, Rabu (14/6).

Sementara itu hal meringankan yang menjadi pertimbangan majelis hakim karena mantan penyidik KPK itu dianggap sopan selama proses persidangan, masih memiliki tanggungan, dan tidak menikmati hasil uang korupsi.

“Hal yang memberatkan, terdakwa Raden Brotoseno tidak mendukung upaya pemerintah atas pemberantasan tindak pidana korupsi,” imbuh Baslin.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntut mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brotoseno tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan penjara. Brotoseno dinilai terbukti bersalah dan meyakinkan menerima suap atas penyidikan pidana korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat.

Jaksa menilai Brotoseno menerima uang suap sebanyak Rp 1,9 miliar secara bertahap. Selain uang, Brotoseno juga telah menerima lima tiket pesawat Batik Air kelas bisnia seharga Rp 10 juta atas permintaannya sendiri.

Bukan hanya itu, Mantan Kepala Unit III Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri berpangkat AKBP ini pun didakwa bersama-sama penyidik lainnya yakni, Dedy Setiawan Yunus, dan dua pihak swasta yaitu Harris Arthur Hedar dan Lexi Mailowa Budiman telah menerima suap.

Suap itu diterima Brotoseno dari Harris yang merupakan kuasa hukum Bos Jawapos Group Dahlan Iskan. Uang itu diberikan Harris agar penyidik bisa menunda dan memperlambat proses penyidikan terhadap Dahlan Iskan.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” ujar dia.

Kemudian, tuntutan terdakwa juga diberatkan lantaran Brotoseno sebagai penyidik KPK tidak memberi teladan bagi instusi Polri. Sementara untuk hal yang meringankan, Brotosneo dianggap sopan selama menjalani persidangan.

Dalam dakwaan Brotoseno memerima uang siap senilai Rp 1,9 secara bertahap. Pertama, dalam kurun 18-21 Oktober 2016 transaksi suap dilakukan di pavilliun RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sebesar Rp 1 miliar.

Kedua, transaksi suap terjadi pada 3 November 2016 di Parkir Pasar Festival, Jakarta Selatan. Uang tersebut diterima Brotoseno melalui orang suruhan Harris yakni Dedy.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge