0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Wereng, Pola Tanam Padi Sepanjang Tahun Tak Dianjurkan

Penyemprotan pestisida di sawah terpapar wereng di Jaten (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Kemarau basah turut memicu ledakan wereng batang cokelat (WBC). Organisme pengganggu tanaman (OPT) ini mudah berkembang biak di cuaca lembab.

Biasanya wereng ke pucuk tanaman karena panas sinar matahari di pagi hari. Posisi itu memudahkan petani memberantasnya. Saat ini seringnya mendung, jadi wereng tetap berada di batang tanaman. Pemberantasannya jadi susah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo kepada Timlo.net, Selasa (13/6).

Saat ini terdata 1.600 hektare lahan sawah di Karanganyar diserang WBC. Tingkatannya belum sampai puso, namun cukup mengkhawatirkan. Potensi gagal panen harus diantisipasi segera sebelum merebak ke 50 ribu hektare total luasan tanam pada tahu ini.

Empat wilayah kecamatan terdata paling banyak mengalami serangan, yaitu Gondangrejo, Jaten, Mojogedang dan Colomadu. Supramnaryo mengatakan perkembangbiakan WBC didukung keberadaan tanaman padi menjelang berbuah. Pola tanam padi sepanjang tahun di Karangpandan sangat mendukung daur hidup wereng.

“Yang dikhawatirkan di Karangpandan karena di sana embrio wereng tak pernah putus. Sebab pola tanamnya padi sepanjang tahun,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge