0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Enam Pemudik dari Malaysia Kepergok Bawa Gula Pasir Ilegal

Petugas mengamankan gula pasir oplosan (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Timlo.net – Petugas pelabuhan Parapare menahan enam Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang kedapatan membawa 1.450 kilogram gula pasir secara ilegal saat turun dari kapal. Keenamnya kemudian ditahan tim Satgas Pangan Polres Parepare, berikut gula pasir berada di dalam 29 karung ikut disita.

Kedatangan gula pasir yang tidak memiliki lisensi BPOM dan izin edar itu bersama para TKI ini secara bertahap. Kedatangan pertama Jumat (9/6) lalu kemudian Senin (12/6) kemarin.

Kapolres Parepare AKBP Pria Budi menjelaskan, enam TKI ini masih ada hubungan kekerabatan atau keluarga. Ada anak, istri, suami dan kakak. Mereka mengaku gula pasir itu adalah oleh-oleh atau buah tangan mudik untuk dibagikan ke keluarganya di Kabupaten Jeneponto.

“Awalnya diantara mereka itu membawa 15 karung pada 9 Juni lalu. Saat diperiksa, gula pasir asal Malaysia ini tidak memiliki lisensi BPOM dan izin edar. Selanjutnya kita dalam kemudian ditunggu lagi kedatangan anggota keluarga mereka berikutnya pada 12 Juni dan ternyata mereka juga membawa gula pasir ilegal sebanyak kemudian 14 karung lagi. Satu karung masing-masing isi 50 kilogram dengan demikian totalnya ada 1.450 kilogram,” kata AKBP Pria Budi, Rabu (14/6).

Enam orang kemudian diamankan. Mereka adalah para pemilik gula pasir yang hendak diedarkan secara illegal itu masing-masing Suardi, Tajuddin, Lina alias Daeng Caya, Juman, Rohani, Safaruddin. Mereka ini masih saudara, ada istri, suami, anak dan kakak. Keberadaan mereka di Malaysia bekerja di Perkebunan Sawit dan hendak mudik ke kampung halaman di Kabupaten Jeneponto.

“Upaya penyelundupan gula ilegal ini berhasil dibongkar saat tim Satgas Pangan melakukan pengecekan terhadap barang bawaan penumpang yang baru tiba,” ujar dia.

Dia menambahkan, terperiksa mengaku gula pasir diperoleh dari tetangga-tetangganya yang tahu kalau mereka sekeluarga akan mudik ke Indonesia. Ada yang memberi 1 kilogram, 1 kilogram hingga akhirnya terkumpul dalam jumlah yang banyak.

“Mereka boleh katakan tidak untuk dipasarkan melainkan untuk dibagi ke keluarga dan orang-orang kampung tapi bagi penyidik hal itu tidak wajar karena melihat jumlahnya yang cukup besar. Kalau orang konsumsi gula pasir sebanyak itu bisa kena penyakit kencing manis,” kata dia.

Keenamnya masih dalam pemeriksaan intensif karena mereka baru saja diamankan jadi masih pendalaman. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Barang ilegal yang masuh ke wilayah kita tidak sesuai prosedur maka kita pasti akan tindak. Kita tim Satgas Pangan diberi tugas untuk ikut menstabilkan dan mengawasi sembako yang memungkinan munculnya gejolak pasar,” jelas dia.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge