0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Klaim Pendapatan Museum Keraton Meningkat

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (dok.timlo.net/red)

Solo — Pendapatan Museum Keraton Surakarta diklaim meningkat setelah Pemerintah Kota Solo campur tangan dalam pengelolaan. Pemasukan yang dahulu tidak pernah tembus Rp 100 Juta per bulan, kini disebut-sebut mencapai Rp 109 Juta. Peningkatan diraih tanpa menaikkan harga tiket masuk.

“Saya dapat laporan keuangan dari pengelola museum beberapa hari kemarin,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (13/6).

Menurut Rudy, peningkatan tercapai karena pengelola yang baru kini mendapat pendampingan dari Pemkot Solo. Pendampingan berupa masukan dari sisi manajemen dan pengawasan penjualan tiket. Sebelumnya, Pemkot sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan Museum Keraton Surakarta.

“Nyatanya kalau dikelola dengan baik, hasilnya lumayan. Sekarang tiket kita perforasi dan ada pengawasan harian. Kalau dulu pengelolaannya bagaimana saya tidak tahu,” kata dia.

Rudy merasa angka Rp 109 juta per bulan untuk Museum Keraton Surakarta masih rendah. Ia yakin potensi Keraton Surakarta sebagai objek wisata masih bisa digenjot. Terlebih, Keraton Surakarta memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Yulistianto menambahkan, Pemerintah Pusat menunjuk Keraton Surakarta sebagai salah satu destinasi wisata nasional. Selain Keraton, Pemerintah juga menunjuk Pura Mangkunegaran, Benteng Vastenburg, dan Kawasan Sriwedari.

“Destinasi wisata nasional akan direkomendasikan kepada wisatawan yang akan berkunjung,” kata dia.

Sebagai informasi, Museum Keraton Surakarta selama bertahun-tahun dikelola Lembaga Dewan Adat (LDA) yang digawangi beberapa adik Pakubuwana XIII dan kerabat keraton. Sejak Mei lalu, pengelolaan Keraton Surakarta diambil alih oleh Tim Lima bentukan Pakubuwana XIII. Dalam pengelolaannya, Tim Lima mendapat asistensi dari pemerintah daerah hingga pusat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge