0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miris, Juara Nasional Badminton Digerogoti Penyakit Langka

Muhammad Al Fatih dan sejumlah piala prestasi badmintonnya (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Siapa sangka mantan juara nasional badminton yang pernah membawa nama harum Wonogiri, Muhammad Al Fatih (14) kini harus pasrah digerogoti ganasnya penyakit kolitis ultratif kronis. Kini berat badan atlet yang pernah tergabung dengan klub PB Jarum ini mulai mengalami penurunan yang sangat drastis. Bahkan akibat terserang penyakit tersebut, ia hanya bisa beraktivitas terbatas di rumah, berdiri atau berjalan pun tidak bisa lama-lama.
“Berat badannya turun drastis dari 45 kilogram menjadi hanya 30 kilogram. Sakitnya sudah setahun belakangan ini. Dia baru saja lulus SMP, tapi sementara tidak kami lanjutkan sekolahnya ke SMA, kami fokus dulu pada pengobatan dia,” ungkap ibunda Fatih, Hayu Sadirah Widyastuti, ketika dijumpai Timlo.net, di kediamannya, Lingkungan Kerdu Kepik RT4/RW 1, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Selasa (13/6)
Dia menceritakan, penyakit langka tersebut menyerang anak kedua dari dua bersaudara itu ketika bergabung di PB Djarum Kudus. Saat itu Fatih diduga terserang diare. Namun, ada darah yang keluar dari bagian duburnya. Lantaran rumah sakit di Kudus minim peralatan, dia dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Kemudian dirujuk lagi ke RS Dr Sardjito Yogyakarta. Lantaran juga belum ada perkembangan berarti, kini dia dirawat di rumah.

“Alhamdulillah waktu di rumah sakit semua biaya ditanggung PB Djarum Kudus, jadi mereka sangat bertanggungjawab. Saat ini dirawat di rumah sakit ya biaya sendiri, untung ada BPJS,” katanya.

Istri dari Basofi ini menambahkan, Fatih harus menjalani transfusi darah. Untuk kesehariannya harus makan makanan lunak. Penyakit langka itu menyerang bagian usus besar, membuat dinding usus muncul bintik luka kecil mirip sariawan. Fatih juga masih sering mengeluarkan kotoran berupa darah berwarna hitam.

Dia juga menceritakan, Fatih menyukai badminton sejak mau masuk SD di Wonogiri. Seiring berjalannya waktu, hobi tersebut menjadi prestasi. Dia langganan kejurkab maupun kejurprov. Hingga kemudian dilirik klub besar PB. Djarum Kudus sejak 2014.Di klub tersebut prestasi dia semakin meroket. Fatih berhasil menjadi juara 3 sirnas badminton nasional 2015, serta juara 3 usm badminton internasional di tahun yang sama.

“Kami tetap semangat mengusahakan kesembuhan anak kami. Kami kangen saat dia jadi juara nasional,” tuturnya.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Adi Dharma mengatakan, pihaknya sudah mengambil tindakan terhadap Fatih. Diantaranya rutin transfusi darah. Dikemukakan Adi, biaya perawatan selama ini ditanggung PB Djarum, namun obat-obat luar yang harganya tidak murah harus membeli sendiri.

“Paska Lebaran ini, rencana konsultasi untuk penatalaksanaan lanjutan dokter spesialis,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge