0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perawat Yahudi Ini Susui Bayi Palestina Karena Ibunya Terluka Akibat Kecelakaan

Ola menyusui Yamen. (Dok: Timlo.net/ Today.com)

Timlo.net—Bayi pria berusia 9 bulan, Yamen, sedang asyik duduk di kursi saat ayah dan ibunya mengemudikan mobil di the West Bank, Israel. Lalu mobil mereka ditabrak sebuah bus.

Tabrakan itu membunuh sang ayah dan sang ibu mengalami luka parah di bagian kepala sehingga tidak sadarkan diri. Ajaibnya, Yamen hanya menderita luka kecil. Karena dia lapar, dia menangis hingga tujuh jam. Yamen menolak minum susu dari botol karena dia sebelumnya memperoleh ASI ekslusif.

Bibi Yamen yang mendengar kabar kecelakaan itu segera menuju the Hadassah Ein Karem Medical Center di Yerusalem. Di sanalah sang bayi dan orang tuanya dibawa setelah kecelakaan. Dia memberitahu seorang perawat bernama Ola Ostrowski-Zak tentang situasi Yamen. Sang bibi memohon sang perawat mencari siapapun yang bersedia menyusi sang bayi.

Insting pertama Ola adalah untuk melakukannya sendiri. Dalam sebuah wawancara dengan Today, sang perawat itu bercerita mengenai pengalamannya menyusui bayi itu. Dia merasakan adanya hubungan yang unik saat Yamen menyusu untuk kedua kalinya. Ola sendiri memiliki anak berusia 18 bulan bernama Ayam.

Bibi Yamen sendiri mengaku kepada Ola jika keluarganya terkejut saat Ola bersedia menyusui keponakannya. Mereka tidak berpikir seorang Yahudi mau menolong mereka. Tentunya anggapan itu membuat sang perawat sedih.

“Saya merasa emosional tentang asumsi yang menyedihkan ini. Saya tahu ibu Yahudi manapun akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sebelum tugas jaga Ola akan berakhir hari itu, dia menulis di akun Facebooknya, mendesak para ibu lain untuk datang dan menjadi relawan untuk menyusui Yamen.

Dalam waktu dua jam, tulisannya menjadi viral. Banyak wanita berniat menjadi relawan untuk menyusui Yamen. Bahkan beberapa ibu menyatakan kesediaannya mengemudi sejauh 113 km hanya untuk menyusui Yamen. Menurut Ola, kesediaan para ibu ini untuk menolong Yamen menunjukkan “Israel yang sebenarnya.”

“Ibu manapun di Israel akan bersedia menolongnya. Hubungan manusia adalah hubungan yang sangat kuat,” katanya.

Yamen sendiri pulih dari luka-lukanya dan bisa keluar dari rumah sakit setelah dirawat selama dua hari. Ibunya berada dalam kondisi kritis tapi stabil. Dia diharapkan untuk pulih.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge