0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidak di Pasar, Tim Temukan Daging Sapi Semi Gelonggongan

Penjualan daging sapi di Pasar Palur, Jaten (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Selain mendapati jerohan busuk dijual di Pasar Palur, petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) juga menemukan penawaran daging sapi semi gelonggongan. Daging sapi berkadar air cukup banyak ini ditengarai modus mencurangi konsumen.

“Ada 15 kilogram daging basah (semi gelonggongan) dari beberapa lapak. Daging itu masih layak dikonsumsi, hanya saja penjualnya kurang beretika. Biasanya, daging yang direndam akan menambah bobotnya. Ini modus curang jualan,” kata Kepala Disnakkan Karanganyar, Sumijarto kepada Timlo.net, Senin (12/6).

Mengonsumsi daging semi gelonggongan, lanjut Sumijarto, sebenarnya tidak merugikan kesehatan asal dimasak sempurna. Hanya saja, daging basah itu harus secepatnya diolah karena pembusukannya bakal lebih cepat dibanding daging kering.

Sumijarto mengatakan terdapat cara mudah membedakan daging semi gelonggongan dengan daging kering. Biasanya, warna daging basah mengkilat dan mencolok serta hanya ditaruh di lapak. Penjual tak akan berani menggantung karena bakal menetes. Paling kentara pada harganya yang jauh lebih murah.

Seorang penjual daging sapi di Pasar Palur, Dwi Astuti mengatakan harga daging basah Rp 95 ribu perkilo sedangkan daging kering Rp 105 ribu perkilo.

“Kalau pedagang makanan atau katering pasti lebih memilih daging kering. Meski mahal, tapi sehat dan lebih tahan,” katanya. 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge