0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Delapan Tahun Status SLB Anugerah Terkatung-katung

Gunernur Ganjar bercengkrama dengan anak-anak SLB Anugerah (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pengelola SLB Anugerah Desa Tohudan, Colomadu mengungkapkan problem yang selama delapan tahun menghimpit lembaga pendidikan mandiri itu. Ternyata, pengajuan status pendirian SLB belum disetujui pemerintah.

“SLB saya belum memiliki ijin pendirian. Selama delapan tahun ini terkatung-katung,” ujar pemilik SLB Anugerah sekaligus pengelola asramanya, Eko Setyoasih di hadapan Ganjar Pranowo, Jumat (9/6).

Tanpa status jelas, SLB yang menauhi 86 peserta didik berkebutuhan khusus ini sulit mengakses fasilitas pemerintah. Dari 86 anak itu, 37 diantaranya tinggal di asrama. Hanya 10 anak yang masih sering dikunjungi keluarganya, sedangkan sisanya seakan ditelantarkan. Meski tanpa uluran tangan pemerintah, SLB Anugerah masih bisa bertahan secara mandiri. Dikatakan Eko, ada saja donatur yang menyumbang beras, mi instan dan logistik lainnya. Maklum saja lembaga ini bukan berorientasi profit.

Problem lainnya terkait daya tampung asrama yang mulai overload. Eko berharap pemerintah desa Tohudan yang memiliki tanah kas desa di depan gedung SLB merekalannya untuk perluasan tempat belajar mengajar SLB Anugerah. Dalam kesempatan bertemu langsung dengan Gubernur Ganjar Pranowo, problem tersebut disampaikannya. Ganjar menyarankan pemdes Tohudan berkonsultasi dengan BPD setempat terkait permohonan pemakaian tanah kas desa itu. Opsi bisa berupa hibah maupun pinjam pakai. Sedangkan pembangunannya akan disokong pemerintah provinsi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge