0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebanyak 93% Bioskop di Korea Selatan Tolak Tayangkan Film Ini

Okja. (Dok: Timlo.net/ Nextshark. )

Timlo.net—Mayoritas bioskop di Korea Selatan memutuskan menolak menayangkan film “Okja”. Padahal film terbaru Netflix itu digarap oleh sutradara terkenal Korea Selatan Bong Joon-ho. Jaringan bioskop CGV di negara itu yang pertama kali menolak menayangkan film itu. CGV memiliki 39% bioskop di negara itu. Alasan penolakannya adalah karena Netflix bersikeras menayangkan film di bioskop dan internet secara bersamaan. Metode ini diperkirakan akan mengganggu sistem distribusi di Korea.

Menurut kebiasaan di Korea Selatan, setelah sebuah film tayang di bioskop, ada jeda tiga minggu untuk sebuah film sebelum mulai ditayangkan di internet. Memang tradisi ini bersifat kontraktual.

Langkah CGV diikuti oleh Lotte Cinema dan Megabox. Keduanya memiliki 31 persen dan 23 persen pangsa pasar bioskop. Dengan demikian “Okja” ditolak oleh 93% bioskop di Korea Selatan.

Film itu dikabarkan menghabiskan biaya $60 juta dan sudah ditunggu oleh penduduk Korea. Distributor film itu, Next Entertainment World berkata jika mereka akan mencari cara lain supaya “Okja” bisa tayang di bioskop pada 29 Juni 2017. Hal ini mungkin berarti mereka harus bernegosiasi dengan sisa 7% bioskop independen.

“Okja” sebelumnya menimbulkan kontroversi di the Cannel Film Festival. Hal ini karena film itu tidak memiliki jadwal tayang di bioskop Perancis. Film buatan Netflix lainnya, “The Meyerowitz Stories” karya Noah Baumbach juga tidak tayang di bioskop di negara itu. Berbeda dengan Korea Selatan, Perancis menetapkan jarak 3 tahun antara jadwal tayang bioskop dan streaming online.

“Okja” dibintangi oleh Ahn Seo-hyun, Tilda Swinton, Steven Yeun, Byun Hee-bong dan Giancarlo Esposito. Mereka akan menghadiri penayangan perdana untuk pers di Daehan Cinema, Seoul, Korea Selatan, Senin (12/6).

Sumber: Nextshark.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge