0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sapi Betina Terlarang Dipotong, Ini Alasannya

Pasar Sapi di Jumantono, Karanganyar (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Menuju swasembada daging, Pemkab Karanganyar mendorong peternak sering melakukan inseminasi buatan pada sapi betina produktif. Pemotongan hewan ruminansia betina sangat tidak dianjurkan.

“Dengan menekankan pada aturan pelestarian sapi betina, diharapkan jumlahnya meningkat sampai 15.700 ekor produktif. Asalkan jangan menyembelih sapi betina untuk kebutuhan konsumsi,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Sumijarto kepada Timlo.net, Sabtu (10/6).

Saat ini, populasi sapi betina di Karanganyar sebanyak 60 ribu ekor, terhitung masih kurang. Para mantri ternak diminta aktif melayani program inseminasi buatan untuk memperbanyak kesempatan bunting sapi di masa suburnya. Dari jumlah sapi produktif di Karanganyar itu, minimal bisa bunting 70 persen.

Aturan pelestarian sapi betina tertuang di UU No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat 2. Disebutkan, ternak ruminansia betina produktif terlarang disembelih karena menghasilkan ternak baik. Kecuali untuk kebutuhan penelitian, pemuliaan atau pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan. 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge