0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Cara Brimob Cegah Masuknya Militan Maute ke Indonesia

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Sebanyak 300 pasukan Brimob sudah berada di tiga pulau terluar Indonesia di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Mereka membawa misi mengantisipasi kaburnya militan Maute di Marawi, Filipina ke wilayah Indonesia.

Ketiga pulau terluar itu adalah pulau Sebatik di Nunukan Kalimantan Utara, pulau Bunyu di Bulungan Kalimantan Utara serta pulau Maratua di Berau, Kalimantan Timur. Tidak hanya mengawasi perbatasan perairan, Brimob juga mengecek patok perbatasan di Sebatik dengan berjalan kaki bersama dengan aparat kepolisian setempat.

“Brimob patroli jalan kaki cek patok perbatasan sekalian mengingatkan masyarakat segera melapor apabila melihat orang asing yang masuk ke wilayahnya,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Jumat (9/6) malam.

“Informasi dari satuan Brimob yang bertugas, mereka juga memberikan imbauan-imbauan bahaya paham radikalisme,” ujar Ade.

Personel Brimob yang bertugas di ketiga pulau itu ditambah. kepolisian memberikan perhatian khusus di Kalimantan Utara kareena berada paling dekat dengan Malaysia dan Filipina.

“Karena jalur perbatasan, menjadi akses keluar masuk orang dan barang. Tidak menutup kemungkinan, pasukan militan pemberontak itu (militan Maute), juga menyusup masuk ke perbatasan,” ungkap Ade.

Penempatan Brimob di perbatasan merupakan instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kapolri menetapkan siaga satu untuk kedatangan warga asing yang masuk ke wilayah perbatasan.

“Tentu, sebagai antisipasi masuknya kelompok radikal, sekaligus memberikan rasa aman masyarakat di perbatasan,” ucap Ade.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge