0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ambil Pesanan Sabu, Pria Ini Dibekuk Polisi

Kapolsek Laweyan Kompol Santoso sedang memeriksa pelaku kasus sabu (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terdy Kurnia Sambodo (47) warga Kelurahan Boto RT01/ RW04 Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten dibekuk anggota Reskrim Polsek Laweyan saat mengambil sabu di Kawasan Jalan Haryo Panularan, Kelurahan Panularan, Kamis (8/6) malam. Pelaku sempat berkilah jika barang haram itu miliknya. Namun, hasil tes urin menunjukkan bahwa pelaku positif menggunakan barang haram tersebut.

“Pelaku tertangkap basah mengambil kertas warna hijau yang didalamnya berisi sabu sekitar 1 gram. Saat dites urine, dia positif dan sudah tidak dapat berkilah lagi,” terang Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, Jumat (9/6) siang.

Penangkapan bermula saat anggota Polsek Laweyan mendengar adanya informasi akan adanya transaksi Narkoba di Kawasan Jalan Haryo Panularan, Kamis (8/6) malam. Mendengar informasi tersebut, anggota Polsek langsung mengecek lokasi dan melakukan pengintaian. Hingga akhirnya, sekitar pukul 19.30 WIB, tersangka datang dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio AD 5451 MO. Setelah sampai dilokasi, kertas warna hijau tersebut diambil pelaku dengan menggunakan kaki dan langsung disembunyikan dalam sepatu.

“Saat itulah, anggota kami yang mengintai langsung menangkap. Tapi, pelaku berdalih tidak ada sidik jarinya. Hingga akhirnya, kami lakukan pengecekan atau tes urin dan hasilnya positif,” jelas Kapolsek.

Sementara dari pengakuan pelaku, dirinya membeli sabu seberat 1 gram tersebut senilai Rp 1,2 juta. Rencananya sabu tersebut akan dikonsumsi selama dua minggu.

“Saya beli dari teman saya bernama Nova. Tapi, saya tidak pernah bertatap muka secara langsung. Hanya lewat sms,” katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya satu gram sabu, sepasang sepatu, satu bungkus rokok, kartu ATM BCA dan sarana motor Yamaha Mio AD 5451 MO.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 112 atau Pasal 127 tentang Nakotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge