0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dongkrak Wisatawan, Kemenpar Dorong Variasi Destinasi

Assisten Deputy Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo  — Masih minimnya tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya soal keragaman destinasi dan promosi. Untuk menyikapi hal itu, Kementrian Pariwisata ajak pelaku pariwisata di daerah untuk lebih aktif lagi dalam menciptakan destinasi baru.

“Seperti di Jawa Tengah ini saya melihat cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menambah varian destinasi. Salah satunya adalah produk jamu yang bisa dijadikan sebagai herbal tourism. Sehingga tidak monoton hanya Borobudur,” ujar Asisten Deputy Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani kepada wartawan, Jumat (2/5).

Pasalnya, untuk dapat menggenjot kunjungan wisatawan di Indonesia tidak cukup hanya mengandalakan destinasi yang sudah ada. Tapi diperlukan komitmen bersama serta kreatifitas dari pelaku pariwisata. Termasuk peranan para komunitas.

“Apalagi untuk karakter pasar Asia Tenggara,mereka itu suka kuliner dan  destinasi wisata baru. Sehingga kalau itu-itu saja yang ditawarkan biasanya mereka enggan untuk melakukan kunjungan ulang,” jelasnya.

Sementara itu terkait dengan isu terorisme, Rizki mengaku tidak terlalu berdampak terhadap jumlah kunjungan wisman. Namun demikian, diharapkan semua pihak tidak memperkeruh suasana dan berkomentar buruk di social media.

“Bom bunuh diri kemarin yang terjadi di Kampung Melayu reaksi masyarakat justru bagus. Artinya bukan menjadi takut tapi justru sebaliknya yaitu solidaritas yang meningkat. Sehingga, dampak negatifnya untuk kunjungan wisatwan hampir tidak ada,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge