0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Pendapat Kritikus Film Tentang Wonder Woman

Wonder Woman. (Dok: Timlo.net/ Slate.com )

Timlo.net—Setelah beberapa film DC gagal untuk memikat hati para kritikus film, apakah film terbaru mereka “Wonder Woman” ikut gagal seperti para pendahulunya? Bila melihat pendapat para kritikus, film arahan Patty Jenkins ini sepertinya berhasil memikat para penonton.

Situs Slate.com mengumpulkan ringkasan para kritikus film dari berbagai media terkait film “Wonder Woman”.

Sheri Linden, Hollywood Reporter:

“Sebagai pahlawan super dunia yang paling mudah beradaptasi, Wonder Woman mematahkan tradisi dalam film sejenis. Dia memiliki hati yang terbuka, tidak gampang marah—sebuah kelainan dalam DC Universe, entah versi “Extended” atau versi yang lain. Begitu pula film layar lebarnya yang sudah lama ditunggu. Sikap hati yang terbuka itu yang membuat film itu berarti untuk orang-orang yang asing dengan kisahnya.”

Mike Ryan, Uproxx:

“Latar belakang perang memang suram, tapi para karakternya tetap nyata dan akhirnya di sini ada film DC dengan kehangatan yang nyata dan humor—kebanyakan berasal dari dialog antara Gadot dan Pine.”

Stephen Whitty, Newark Star-Ledger:

“Ingat saat film-film pahlawan super biasanya menyenangkan? Saat para pahlawan super bukanlah panutan yang rumit, bebas dari fobia dan masalah hilangnya sosok ayah, berdedikasi untuk bertarung untuk kedamaian dan keadilan? Wonder Woman adalah film seperti itu.”

Para kritikus juga memuji akting Gal Gadot sebagai Wonder Woman.

Sheri Linden, Hollywood Reporter:

“Setelah memamerkan kemampuan aktingnya dalam film ‘Fast & Furious’, Gadot membawa sifat atletis yang anggun ke dalam peran sebagai seorang pahlawan super yang berniat untuk mengalahkan Ares. Di waktu bersamaan, dia membawa sikap yang lugu dan manis saat Diana pertama kali menjejakkan kaki dalam dunia beradab.”

Chris Nashawaty, Entertainment Weekly:

“Perannya sebagai Diana terlihat sangat tangguh dan juga lucu, terutama saat dia tiba di London yang rusak karena perang dengan Trevor dan mengalami untuk pertama kalinya modernitas abad ke-20..[..] Gadot menunjukkan keluguan dan humor dalam momen-momen itu sama menyakinkannya seperti akting Daryl Hannah dalam film Splash.”

Alisha Grauso, MoviePilot:

“Gal Gadot adalah sebuah pewahyuan; dia benar-benar memiliki karakter ini sendiri sama seperti Robert Downey Jr memiliki Iron Man atau Chris Evans memiliki Captain America. Dia adalah Wonder Woman dan sangat menakjubkan melihatnya berjalan dalam garis batas yang tipis antara sikap naif tanpa terlihat bodoh, sadar secara seksual tanpa dijadikan obyek seksual, keturunan seorang satria yang bertarung tapi masih mempertahankan sikap penuh belas kasihan.”

Kelly Lawler, USA Today:

“”Film ini adalah film Gadot dan dia tampil menawan sebagai Wonder Woman, peran yang pertama kali dia bawakan dalam film ‘Batman v Superman: Dawn of Justice yang banyak memperoleh pujian. Tidak terpengaruh dengan nuansa film itu yang suram, aktris Yahudi itu mampu bersinar dengan terang dalam momen-momen kecil dalam film Wonder Woman seperti saat dia mengangkat tank dengan tangan kosong.”

Aktor pendamping pria, Chris Pine yang memerankan kekasih Diana, Steve Trevor juga memperoleh pujian.

Lindsey Bahr, AP:

“Pine memerankan Trevor seolah dia adalah saudara sepupu spiritual dari Indiana Jones (bahkan aksennya agak mirip dengan aksen Indiana dalam film ‘The Last Crusade’).”

Sheri Linden, Hollywood Reporter:

“Sebagai seorang pria yang terpesona dengan dewi yang tidak mengenal rasa takut, Pine memerankan karakter itu dengan apik. Tanpa kesulitan dia membawakan karakter yang terkesan keras dan masam, tapi dia juga bisa membawakan sisi-sisi emosionalnya, bertarung melawan kejahatan sekaligus mengangkat nuansa romantis dengan hati dan jiwa.”

Andrew Barker, Variety:

“Pine memerankan karakter kedua yang penting dengan humor yang bagus: berusaha sedikit untuk menghilangkan kata-kata yang modern, dia terlihat seperti seorang bangsawan tapi kadang-kadang juga seperti prajurit angkatan laut yang lambat berpikir, dan jelas kenapa Diana berpikir jika dia menarik dan terpesona olehnya.”

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge