0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dilecehkan dan Dihina, Buruh Bangunan Ini Habisi Penjaga Gudang

Ilustrasi pembunuhan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Pembunuhan terhadap Kamal Abdullah (54) di Central Business Distric (CBD) Polonia, Jalan Padang Golf, Polonia, Medan, pada Jumat (12/5) lalu akhirnya terungkap. Pelaku ternyata pekerja bangunan yang merasa dilecehkan korban.

Tersangka yang ditangkap yaitu Dedi Umbara alias Oom (34), warga Jalan Pipa Utama, Karang Rejo, Medan. Dia diringkus di Rokan Hilir, Riau, baru-baru ini.

“Kita berhasil melacak keberadaan tersangka di Rokan Hilir, Riau. Tersangka kita ringkus saat menumpang bus menuju Rantau Prapat, Sumut,” kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (30/5).

Jasad Kamal ditemukan di barak pembangunan villa di area CBD Polonia, Medan, Jumat (12/5). Saat ditemukan, wajah penjaga gudang logistik proyek ini membiru. Darah keluar dari hidung dan mulutnya.

Dedi mengaku menghantam Kamal menggunakan besi ulir. Setelah membunuh, pelaku kabur motor Honda Vario bernomor polisi BK 2605 AFU warna hitam dan membawa ponsel merek Nokia milik korban.

Setelah membunuh dan melarikan sepeda motor korban, Dedi sempat kabur ke rumah kerabatnya di Talun Kenas, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia kemudian menjual sepeda motor curian itu ke Serdang Bedagai. Uangnya dipakai untuk melarikan diri ke Riau.

Namun, pelarian Dedi akhirnya terhenti. Polisi berhasil mengidentifikasinya dan melacak keberadaannya. Dia disergap dan ditembak polisi.

“Kita lumpuhkan dengan tembakan di kedua kakinya, karena pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat akan kita tangkap,” kata Tatan.

Sementara, Dedi Umbara mengaku melakukan pembunuhan itu karena sakit hati karena sering dicaci maki Kamal karena punya utang kepadanya. Dedi merupakan pekerja bangunan di proyek tak jauh dari tempat Kamal bekerja.

Selain marah karena dicaci, Dedi pun mengaku kesal karena korban melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

“Dia sempat memegang punyaku (kemaluan). Tiga kali dipeganganya. Makanya aku kalap dan dia kuhabisi. Setelah itu barang-barangnya kuambil,” tandasnya.

Dalam kasus ini Dedi dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana subs Pasal 338 KUHPidana.

“Ancamannya 12 tahun penjara,” tandas Tatan.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge