0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sebut Bom Rekayasa, ARP Terancam Dipecat dari Pesantren

Aksi Lilin di TKP bom Kampung Melayu (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang karyawan Pondok Pesantren Dinniyah Putri, Padangpanjang, Sumatera Barat, bernama Ahmad Rifai Pasra (ARP), ditangkap karena mengunggah sebuah tulisan bernada ujaran kebencian di media sosial. Ahmad ditangkap lantaran menyebut bom bunuh diri di Kampung Melayu rekayasa.

Perguruan Diniyyah Putri, tempat ARP bekerja, menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi. Tindakan ARP merupakan tindakan yang bersifat pribadi, tidak berkaitan dengan pesantren.

“Pernyataan saudara Ahmad Rifai Pasra di media sosial yang membuat dirinya terjerat hukum murni tindakan pribadi, tidak ada atas nama lembaga Diniyyah Putri,” kata Pimpinan Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang, Fauziah Fauzan, Senin (30/5).

Tindakan Ahmad Rifai yang dianggap menyebarkan isu Suku, Agama dan Ras (SARA) sehingga ditangkap anggota Crimsus Cyber Mabes Polri di kediamannya, Kelurahan Silaing Bawah RT 6 Padang Panjang, Minggu (28/5) sekitar pukul 16.15 Wib.

Ia mengatakan Ahmad Rifai merupakan salah seorang tim Training Center Diniyyah Putri yang sudah bekerja cukup lama di pondok pesantren tersebut. Kegiatan Ahmad di dalam pondok tidak melakukan aktivitas cyber muslim.

“Aktivitas cyber muslim di dalam pondok tidak ada,” tegasnya.

Ahmad sendiri juga terancam diberhentikan sebagai karyawan Diniyyah Putri, jika terbukti bersalah dengan dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan.

“Keputusan itu sesuai dengan pasal 42 butir f peraturan Diniyyah Putri. Untuk itu kami saat ini masih menunggu proses hukum yang bersangkutan,” katanya.

Sebelumnya Ahmad Rifai ditangkap oleh kepolisian karena diduga melakukan tindak pidana cyber dengan surat perintah penangkapan SP.Kap/20/V/2017/Dittipidsiber.

“Saudara Ahmad diduga sudah melakukan tindak pidana cyber di media sosial Facebook,” ujarnya.

Kapolres Padang Panjang AKBP Cepi Noval membenarkan adanya penangkapan terhadap salah seorang warga setempat oleh anggota Crimsus Cyber Mabes Polri.

“Saudara Ahmad Rifai diduga sudah menyebarkan isu SARA yang berisikan ujaran kebencian terhadap kelompok atau golongan tertentu di media sosial Facebook dan sudah disebarkan ke akun-akun lain,” katanya.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge