0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Istri Hamil, Penyebar Hoax Minta Penangguhan Penahanan

Ledakan di Kampung Melayu (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang karyawan Pondok Pesantren Dinniyah Putri, Padangpanjang, Sumatera Barat, bernama Ahmad Rifai Pasra (ARP), ditangkap karena mengunggah sebuah tulisan bernada ujaran kebencian di media sosial. Ahmad ditangkap lantaran menyebut bom bunuh diri di Kampung Melayu rekayasa.

Kuasa hukum ARP, M Ihsan meminta polisi menangguhkan penahanan terhadap kliennya. Alasannya, ARP memiliki anak dua yang masih kecil-kecil dan istrinya tengah hamil lima bulan.

“Istri ARP menceritakan bahwa dia saat ini sedang hamil lima bulan dan punya dua anak perempuan usia lima tahun dan tiga tahun,” kata Ihsan di Jakarta, Selasa (30/5).

ARP merupakan salah satu karyawan Pondok Pesantren Dinniyah Putri, Padangpanjang, Sumatera Barat. ARP ditangkap pada Minggu (28/5) kemarin, sebabnya karena dia mengunggah sebuah tulisan bernada ujaran kebencian. Yaitu unggahan di media sosial yang menyebut bom Kampung Melayu rekayasa.

Ihsan mengungkapkan bila ARP menyesal telah menyebar informasi hoax tersebut. Bahkan, ARP telah menulis surat permintaan maaf langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas perbuatannya.

“ARP menyesali semua perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi dan kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, ARP secara langsung menyampaikan pernyataan maaf pada Bapak Kapolri dan masyarakat luas yang telah tersakiti oleh ARP melalui FB,” ujarnya.

Ihsan berharap seluruh masyarakat Indonesia mau memaafkan kesalahan ARP. Dia juga meminta pihak kepolisian menyetujui penangguhan penahanan sehingga ARP dapat berkumpul dan menafkahi keluarganya kembali.

“ARP berharap bisa dimaafkan dan kembali berkumpul dengan keluarga karena ARP merupakan tulang punggung keluarga,” jelas Ihsan.

[msh]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge