0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tergiur Rp 100 Ribu, Sopir Sayur Ini Harus Berurusan dengan Aparat

Sopir pengantar miras ke pedaringan  (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sulardi, seorang sopir yang disuruh mengirimkan minuman keras sebanyak 450 liter dari Solo menuju Bandung, Jawa Barat merasa tertipu, lantaran tak mengetahui isi dalam kardus yang dibawanya. Akibat ketidaktahuannya tersebut, dirinya terpaksa berurusan dengan hukum.

“Saya sama sekali gak tahu kalau itu isinya ciu. Kardus sudah dalam kondisi tersegel, kalau saya buka otomatis segelnya rusak dan saya tidak dikasih ongkos mengantar dari Bekonang, Sukoharjo menuju Pedaringan, Jebres, Solo,” kata warga Beton Kulon RT 01/ RW 04 Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo ini, Minggu (29/5) siang.

Sulardi, diiming-imingi uang sebesar Rp 100 ribu untuk mengantarkan 15kardus yang didalamnya berisi 50 botol miras dikemas dalam botol air mineral 600 mililiter. Waktu itu, dirinya usai mengantar sayuran dari Tawangmangu, Karanganyar ke Pasar Bekonang dengan menggunakan Daihatsu Zebra AB 1066 HD. Usai melakukan pekerjaannya, dia disuruh seseorang untuk mengantarkan 15 kardus yang telah tersegel.

“Saya cuma dimintai tolong nganterin belasan kardus ini. Sebenernya saya curiga, tapi gak berani buka karena udah tersegel rapi. Dari aromanya juga tidak tercium bau ciu, jadi saya kira barang biasa dan bukan barang terlarang,” jelasnya.

Pria berusia 38 tahun ini awalnya menolak. Namun, lantaran dijanjikan uang Rp 100 Ribu akhirnya dia mengantarkan kardus tersebut.

“Disana (Pedaringan-red) saya nanti dijemput orang bernama Sitomorang. Dia yang akan membayar saya. Tapi, sebelum bertemu saya ditangkap polisi,” kata Sulardi menyesalinya.

Sementara itu, Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan pelaku pengirim miras terkenal lihai. Pasalnya, kemasan miras dalam botol air mineral telah tersegel sehingga tidak tercium bau menyengat.

“Kami yakin, jaringan pengirim ciu ini sudah profesional. Buktinya, botol kemasan sudah disegel dan dimasukkan kardus untuk mengelabui anggota,” jelasnya.

Ia menegaskan, segala bentuk penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan di Kawasan Kecamatan Jebres akan disikat agar tercipta suasana nyaman dan kondusif.

“Tentunya butuh peran serta masyarakat untuk memberantas pekat di wilayah Jebres,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge