0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hari Jadi Sragen, Yuni Berang Lihat Penonton “Dipenjara”

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatur penonton peringatan Hari Jadi Sragen di alun-alun (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Kemeriahan pesta Hari Jadi Kabupaten Sragen ke-271 mengundang antusias ribuan warga. Mereka mendatangi Alun-alun Sasono Langen Putro dan Jalan Raya Sukowati, depan Kantor Setda Sragen yang menjadi ajang pagelaran acara malam puncak HUT Sragen tersebut.
Sayangnya, acara pada Rabu (24/5) malam tersebut tidak bisa dinikmati dengan leluasa oleh warga yang ingin menonton dari jarak dekat. Mereka hanya berjubel di sekitar alun-alun, tidak bisa mendekat lantaran panitia membuat pembatas dari pagar besi.
Sontak kondisi itu membuat Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berang dan memarahi petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mrmbuka pagar pembatas.
“Itu tolong pagarnya dibuka saja! Biarkan warga menonton, ini adalah pesta rakyat. Kalau ada besinya kayak ini mereka seperti dipenjara,” kata Bupati Yuni setengah berteriak.
Yuni yang tadinya duduk di kursi langsung berdiri dan mengajak penonton untuk mendekat. Hal yang sama juga dilakukan Wakil Bupati Dedy Endriyatno. Kedua pemimpin Sragen ini mengatur penonton untuk duduk dan menyaksikan rangkaian acara hingga selesai.
Acara malam itu selain menampilkan berbagai pertunjukan, juga diikuti dengan karnaval dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sragen, juga dimeriahkan dengan pesta kembang api. Sebelumnya juga digelar upacara adat ambal warso dengan tumpengan sebanyak 271 tumpeng.
Sebelumnya, kepada wartawan, Yuni menyampaikan, pihaknya minta doa restu seluruh warga Sragen agar bisa mewujudkan visi misi yang telah disusun untuk empat tahun ke depan.
“Termasuk memenuhi kringinan warga Sragen untuk membenahi infrastruktur,” ujarnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge