0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kenapa Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Membuat Orang Terobsesi?

Cinta bertepuk sebelah tangan. (Dok: Timlo.net/ crazytruefacts.wordpress.com)

Timlo.net— “Jika kekuatan cinta yang dirasakan saat cinta itu berbalas sama kuatnya dan obsesifnya dengan cinta yang kita rasakan saat tidak berbalas maka pernikahan akan benar-benar terasa seperti di sorga,” tulis Ben Elton dalam bukunya, “Stark”. Cinta yang bertepuk sebelah tangan terasa kuat dan menyita waktu serta tenaga kita. Memutuskan untuk mengikhlaskan cinta ini menjadi salah satu hal yang paling sulit dilakukan seseorang. Oleh karena itu banyak orang yang mengalami cinta seperti ini lebih memilih pasrah dan menderita dalam waktu yang lama.

Ada dua sebab kenapa cinta yang tidak berbalas membuat orang terobsesi: rasa sakit karena penolakan dan harapan. Kadang-kadang bukan orang yang kita cintai yang menjadi penyebab kita tidak bisa melupakan cinta jenis ini. Tapi karena rasa sakit karena ditolak.

Jean Saffer, seorang psikoterapis dan penulis buku “The Golden Condom”, menulis, “Hal ini bukanlah karena kita tidak bisa menyerah karena menyerah terasa seperti kegagalan atau terasa seolah saya tidak dicintai atau tidak memiliki kekuatan. Kekuatan yang Anda cari adalah untuk membuat orang tersebut mencintai Anda, untuk memperoleh respon yang Anda butuhkan. Saat Anda benar-benar menyadari jika hal itu tidaklah mungkin dilakukan, saat itulah Anda terbebaskan.”

Hal ini juga bisa dialami oleh mereka yang sudah berpasangan. Ada masa di mana pasangan tidak merespon kita atau mencintai dengan kita sesuai dengan cara yang kita inginkan. Kita terus mencoba karena kita tidak bisa menerima fakta jika pasangan kita tidak bisa atau tidak ingin mencintai kita seperti cara yang kita inginkan.

Kita berharap jika kita mencoba lebih keras, melakukan lebih banyak hal atau lebih sedikit, apapun syaratnya, maka cinta kita akan berbalas. Harapan adalah hal yang baik, tapi untuk cinta yang bertepuk sebelah tangan harapan ini justru merugikan. Karena kenyataannya cinta seperti ini tidaklah nyata. Tapi kita terus berharap jika suatu saat cinta itu akan berbalas.

Sumber: Times of India

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge