0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BPJS Kesehatan Raih Predikat WTP

Pelayanan BPJS Kesehatan (dok.timlo.net/nanin)

Solo – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berhasil kantongi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan dana jaminan sosial (DJS) oleh akuntan publik. Penilaian itu dilihat berdasarkan posisi keuangan dana jaminan sosial (DJS) kesehatan, kinerja keuangan dan arus kas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

“Pengelolaan dana dan program yang dilakukan BPJS Kesehatan selama tahun 2016 telah dilakukan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan diperolehnya opini WTP dari lembaga akuntan publik,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris dalam rilis yang dikirim kepada Timlo.net, Rabu (24/5).

Dari sisi keuangan, posisi terakhir di 31 Desember 2016 pendapatan iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 67,4 Triliun. Dengan  realisasi biaya manfaat jaminan kesehatan sebesar Rp 67,2 Triliun. Pemerintah juga telah merealisasikan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BPJS Kesehatan untuk diteruskan ke DJS (untuk pembayaran fasilitas kesehatan) sebesar Rp 6,83 Triliun.

Bahkan BPJS Kesehatan juga telah mendapatkan rapor hijau dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Penilaian itu berdasarkan pada target distribusi Kartu Indonesia Sehat yang mencapai 100 persen, dan jumlah fasilitas kesehatan (Faskes) yang bekerjasama sebanyak 109,41 persen dari taget yang diberikan pemerintah.

Sementara dari aspek kinerja, pihaknya menyampaikan jumlah pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh peserta BPJS Kesehatan pada periode tersebut mencapai 192,9 juta kunjungan/kasus. Yaitu terdiri dari 134,9 juta kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), 50,4 juta kunjungan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan Poliklinik serta 7,65 juta kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan Rumah Sakit.

“Dengan demikian kehadiran program JKN-KIS ini sangat dirasakan masyarakat. Program ini selain melakukan upaya kuratif dan rehabilitatif, juga menekankan pada upaya promotif preventif untuk kesehatan perorangan, antara lain senam sehat, deteksi dini kanker leher rahim dan screening kesehatan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge