0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sambut Ramadan, 14.500 Pelajar Meriahkan Karnaval Dugderan

Karnaval Dugderan di Semarang (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sebanyak 14.500 pelajar ini dari 16 kecamatan di Kota Semarang memeriahkan tradisi peringatan datangnya bulan Ramadan yaitu ‘Karnaval Dugderan’. Mereka berkumpul di pusat Kota Semarang, Simpang Lima, Rabu (24/5) pagi.

Karnaval yang dimulai pukul 07.00 WIB pagi tadi Karnaval diikuti oleh pelajar mulai TK, SD/MI sampai SMP/MTs. Mereka akan menampilkan aneka ragam seni tradisional yang unik, seperti pasukan warak, kesenian lokal, kembang manggar, drum band, pasukan Bhinneka Tunggal Ika, visualisasi tari dan kera ekor panjang serta seni olah raga sepeda roda satu.

Rute yang dilalui adalah dari Lapangan Simpanglima menuju Jalan Pahlawan dan berakhir di Taman Menteri Supeno (Taman KB) Kota Semarang, Jawa Tengah.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam pidatonya pelepasan mengatakan, dirinya sangat apersiatif terhadap acara karnaval itu. Pasalnya, jumlah peserta Karnaval Dugderan pagi ini diikuti sekitar 14.500 pelajar.

“Panitia melaporkan ada 14.500 peserta pawai Dugder. Ini sangat luar biasa dan saya bangga,” tegas Walikota yang arab disapa Mas Hendi ini Rabu (24/5) di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang.

Hendi juga menyatakan jika salah satu ikon Karnaval Dugderan yaitu kembang manggar warna warni dan patung Warak Ngedhog yang merupakan hewan fantasi sebagai simbol kerukunan antar umat beragama dan ras di Kota Semarang.

“Warak Ngendok itu simbol keberagaman. Kepala naga, menggambarkan budaya Cina, badan Buroq menggambarkan budaya Arab, dan empat kaki kambing budaya Jawa. Beriringan keharmonisan seperti yang kita cita-citakan adanya persatuan dalam keberagaman,” pungkas Hendi.

Hendi juga menandaskan jika kegiatan Karnaval Dugderan ini sebagai sikap menghargai tradisi turun temurun dan sebagai ajang silaturrahmi masyarakat dan warga Kota Semarang menjelang bulan ramadhan datang.

“Ini upaya kami untuk menanamkan dua sikap penting. Pertama, menghargai tradisi turun menurun Kota Semarang, Karnaval Dugderan. Yang kedua sikap silaturahmi.”

Arak-arakan saat Karnaval dugderan lain yang juga menarik perhatian warga seperti patung Hanoman membawa durian hasil bumi daerah Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kemudian atraksi kesenian yang iringan musik khasnya yang menarik lainya adalah Kuda Lumping, dan Liong Sam Sie.

Hingga akhirnya sekira pukul 09.30 WIB, rombongan Karnaval Dugderan sampai di titik akhir yaitu di Kawasan Taman Menteri Soepeno atau Taman KB Kota Semarang. Selama arak-arakan berjalan, akses jalan menuju Simpang Lima dan Taman KB ditutup sementara hingga acara selesai.

Selain Karnaval Dugderan pagi ini, juga akan dilaksanakan karnaval kembali mulai dari Kantor Balaikota Pemkot Semarang di Jalan Pemuda Kota Semarang sekira pukul 12.15 WIB nanti.

Rombongan karnaval akan melalui Jalan Pemuda menuju Masjid Kauman Semarang dan berakhir di Jalan Kolonel Sugiyono, sebelah timur Hotel Dibya Puri Kota Semarang.

Rombongan Walikota sesampainya di perempatan jalan menuju Masjid Kauman akan disambut dengan berbagai kesenian dari Masjid Kauman dan kaum difabel. Prosesi utama Karnaval Dugderan sendiri adalah ritual penyerahan Suhuf Halaqoh di Masjid Kauman Kota Semarang.

Kemudian juga dilakukan ritual sama Masjid Agung Jawa Tengah di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang sambil diiringi suara bedug, dug! dan suara petasan der! Sehingga ritual jelang Ramadan di Kota Semarang ini disebut dugderan. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge