0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

5 Langkah yang Bisa Dilakukan Bila Anda Diblokir Teman di Sosial Media

Instagram Stories. (Dok: Timlo.net/ Adweek.)

Timlo.net—Pertemanan di sosial media seperti Facebook memiliki potensi besar untuk memperkaya hidup emosional Anda dengan memperluas cakrawala sosial. Terutama karena dengan sosial media, Anda bisa berinteraksi dengan orang-orang yang biasanya tidak Anda temui di rumah atau tempat kerja.

Sayangnya, sosial media juga bisa merugikan kehidupan sosial Anda. Hal ini biasanya terjadi saat orang lain memutuskan memblokir atau meng-unfriend Anda di sosial media. Hal ini biasanya merupakan keputusan yang hanya dilakukan secara sepihak. Tergantung dari kedekatan hubungan dengan Anda, kadang-kadang Anda sendiri tidak tahu jika Anda sudah diblokir. Anda baru sadar setelah Anda tidak lagi melihat tulisannya di timeline, newsfeed atau Instagram Stories. Saat Anda memastikan hal tersebut, Anda melihat jika memang Anda sudah diblokir.

Memblokir atau meng-unfriend seseorang adalah bentuk pasif-agresif dari penolakan. Cara ini tidak memiliki padanannya di dunia nyata. Di sosial media, tidak ada pemberitahuan jika Anda diblokir atau di-unfriend. Mereka bisa dengan leluasa menekan tombol unfriend atau block. Apalagi sekarang ini ada sosial media di mana pengguna bisa memblokir teman mereka hanya pada konten-konten tertentu saja. Mereka tidak perlu memberitahu Anda secara pribadi atau bahkan menjelaskan kenapa mereka melakukannya. Mereka juga tidak perlu persetujuan Anda untuk melakukannya.

Ternyata ada cara lain yang digunakan teman Anda di sosial media selain memblokir atau meng-unfriend Anda. Alih-alih memblokir, mereka justru sengaja mengunggah konten-konten yang memamerkan kebahagiaan mereka tanpa melibatkan teman, kerabat atau anggota keluarga. Bahkan mereka sengaja membuat konten palsu yang menekankan jika mereka bahagia walaupun tanpa keberadaan teman atau anggota keluarga tersebut. Hal ini membuat teman atau anggota keluarga itu merasa dipermalukan dan tak berdaya.

Lantas bagaimana bila Anda tiba-tiba tahu jika Anda diblokir sepenuhnya atau sebagian oleh teman di sosial media? Berikut ini saran-saran  Jennifer Bevan, psikolog dari Chapman University, California, Amerika Serikat berdasarkan penelitian yang dia buat pada 2012:

1. Jangan terlalu dipikirkan

Bisa jadi Anda lebih kesal karena diblokir atau di-unfriend daripada karena kehilangan teman online. Jika demikian, itu berarti teman tersebut tidaklah begitu dekat dengan Anda.

2. Perluas hubungan sosial di luar sosial media

Jika sosial media menjadi pusat dari kehidupan sosial Anda, maka Anda akan lebih sering memikirkan tentang teman Anda yang memblokir Anda di sosial media. Anda akan lebih berfokus pada kehilangan teman virtual Anda. Oleh karena itu, cobalah berinteraksi lebih banyak dengan orang-orang di dunia nyata daripada dengan mereka yang di dunia maya. Lebih penting bagi kita untuk mengasihi orang yang berada di dekat kita daripada mereka yang jauh.

3. Lihatlah perilaku online Anda

Penelitian Jennifer menunjukkan jika orang seringkali diblokir karena melakukan dosa-dosa besar. Apakah Anda suka menulis komentar kasar atau konten yang menyakiti hati orang lain ? Apakah Anda membagikan informasi tentang diri sendiri yang terlalu berlebihan? Bisa jadi Anda diblokir karena dianggap terlalu kasar, terlalu berlebihan dan lain-lain. Jika Anda tidak yakin tentang hal ini, tanyakan kepada teman-teman di dunia nyata yang juga menjadi teman di sosial media. Jika ternyata benar, ubahlah perilaku online Anda.

4. Cobalah cari alasannya dan perbaiki

Hal ini mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Memang sulit untuk memperbaiki hubungan yang rusak apalagi jika terjadi dengan keluarga atau pasangan. Di sosial media, hal ini lebih sulit lagi. Tapi jika Anda diblokir oleh orang yang Anda anggap dekat di sosial media, cobalah berusaha berdamai dengan orang itu.

5. Jangan menguntit mereka yang memblokir Anda

Jika Anda tidak bisa memperbaiki hubungan yang rusak, jangan menyiksa diri sendiri dengan menguntit orang itu di sosial media. Anda hanya akan membuka luka lama dan membuat situasi menjadi lebih buruk.

Jika perselisihan itu hanya bersifat sementara, lebih baik Anda menarik diri dan memberikan dia waktu untuk menjalin kembali hubungan dengan Anda. Jangan berharap jika hal itu akan terjadi dalam waktu singkat. Karena harapan seperti itu justru mengecewakan. Biarkan nasib dan situasi menjadi lebih tenang. Dan jika memang Anda ditentukan berteman dengannya, maka hubungan itu akan membaik seiring berjalannya waktu.

Sumber: Psychology Today.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge