0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Apa yang Terjadi Jika Kita Berhenti Berolahraga Selama 2 Minggu

Olahraga di pagi hari. (Dok: Timlo.net/pillsforallblog.com)

Timlo.net—Menurut sebuah penelitian baru dari para ilmuwan di the University of Liverpool, Inggris bila orang berhenti berolahraga selama dua minggu maka dia bisa kehilangan massa otot dalam jumlah besar. Jumlah orang yang kehilangan kebugaran jika berhenti olahraga selama dua minggu hanya sedikit. Tapi hal ini bisa menambah resiko terkena penyakit jantung dan diabetes.

Penelitian itu melibatkan kelompok yang terdiri dari 28 orang dengan usia rata-rata 25 tahun. Para peserta penelitian bukanlah orang yang aktif berolahraga di tempat fitness. Tapi mereka berjalan kaki paling tidak 10 ribu langkah per hari. Aktivitas mereka dikelompokkan sebagai aktivitas sedang hingga tinggi. Mereka juga memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang sehat.

Pada awal penelitian, para ilmuwan mengukur tingkat kebugaran para peserta, tingkat lemak dan massa otot. Selama lebih dari dua minggu kemudian, para peserta tetap memiliki pola makan yang sama. Tapi mereka mengurangi aktivitas fisik hingga 80 persen atau lebih. Durasi olahraga mereka berkurang dari 2 jam 41 menit sehari menjadi 36 menit per hari.

Pada akhir penelitian, para peserta bertambah lemaknya terutama di bagian perut dan mereka kehilangan massa otot. Mereka juga tidak bisa berlari seperti sebelumnya dan memiliki tingkat kolesterol yang lebih tinggi.

Pemimpin penelitian, Kelly Bowden-Davies menekankan berkurangnya aktivitas fisik adalah hal yang sering terjadi dalam masyarakat. “Mereka masih bekerja atau kuliah, atau merawat anak-anak mereka. Jadi inilah contoh umum yang dialami individu dalam masyarakat,” kata Kelly dilansir oleh indy100.com.

Untungnya tidak diperlukan waktu lama bagi para peserta untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka. Salah satu pemimpin penelitian, Dan Cutherbertson berkata: “Efek ini bisa benar-benar dibalik—jadi tidak masalah jika Anda bugar dan sehat dan pergi berlibur selama dua minggu dan lalu Anda kembali ke aktivitas normal Anda. Tapi masalahnya adalah banyak orang tidak membalikkan kembali tingkat aktivitas mereka dan efeknya mungkin akan berakumulasi. Semakin lama orang tidak aktif, semakin sulit baginya kembali ke tingkat kebugaran semula.”

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge