0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Begini Cerita Rombongan Pengantin yang Diseruduk KA Argo Bromo

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan Avanza (merdeka.com)

Timlo.net — Perlintasan kereta tanpa palang pintu kembali memakan korban jiwa. Kali ini menimpa sebuah mobil Avanza bernopol B 1937 UZQ yang mengangkut rombongan pengantin asal Semarang, Jawa Tengah.

Mobil itu ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi menuju ke Stasiun Gambir, Jakarta, tepatnya di Desa Nagrok, Kecamatan Toroh, Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah, Sabtu (20/5) pagi. Empat penumpang Avanza tewas usai mobil ditumpanginya terseret hampir 500 meter.

Keempat korban itu adalah Agus Bambang (60) warga Perumahan Dinar Mas Semarang, Agus Abdullah (54) warga Ketilang Semarang, Ihsan Ngadikan (58) warga Perumahan Dinar Mas Semarang dan Bahtiar (30) warga Dinar Mas Semarang. Bahkan, saat KA Argo Bromo Anggrek dengan lokomotif bernomor CC.206.1392 yang dimasinisi Ari dan asistennya M Agus berhasil berhenti di Stasiun Sedadi, mobil terbakar.

“Itu perlintasan KA liar tanpa penjaga. Sebuah mobil ditabrak rangkaian KA Argo Bromo Anggrek. Empat orang tewas,” kata Manajer Humas Daop IV Semarang, Edy Koeswoyo.

Rombongan pengantin berangkat dari Perum Dinar Mas, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, sekira pukul 07.00 WIB. Kemudian rombongan pengantin yang membawa pasangan pengantin wanita Aski menuju ke rumah pengantin pria Chosim yang ada di Desa Toroh, Purwodadi, Jawa Tengah.

Namun sekira pukul 10.40 WIB rombongan tersebut melewati perlintasan tanpa palang pintu di Kilometer 53/300 antara Stasiun Ngrombo atau Sedadi di Desa Nagrok, Kecamatan Toroh, Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah.

“Jam 10.40 WIB iring-iringan hajatan ada 5 mobil, 1 mobil ketinggalan 4 mobil bisa melewati. Kemudian satu mobil tertinggal dan mungkin itu tergesa-gesa. Takut tertinggal oleh rombongan lain, mereka langsung dengan santai tanpa melihat kanan kiri,” kata Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Sabtu (20/5).

Menurut Satria, sekitar perlintasan palang pintu sudah dipasang rambu-rambu peringatan jika akan ada rel yang akan dilewati kereta. Termasuk jika kereta api akan lewat satu kilo sebelum melintas diperlintasan akan membunyikan bel kencang.

“Padahal di jalan tersebut kita sudah memasang rambu ‘awas kereta api’ dan tanda rambu setop. Menandakan bahwa di situ ada kereta api lewat dan kereta api lewat perlintasan liar itu juga membunyikan bel dari lokomotif kita bunyikan juga. Jarak 1 kilometer sudah dibunyikan tanda kereta api akan lewat,” ujar Satria.

Saat itulah terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi menuju ke Stasiun Gambir Jakarta dan mobil Avanza mobil Avanza bernopol B 1937 UZQ. Yang disopiri oleh korban Agus Bambang yang nyaris tertinggal rombongan pengantin.

Satria menjelaskan, sekira pukul 14.00 WIB baru mobil yang terbakar dan terjepit di bawah lokomotif KA Argo Bromo Anggrek yang dimasinisi Ari dan diasisteni masinis M Agus bisa dievakuasi. Termasuk jenazah korban dan langsung dilarikan ke RS Panti Rahayu Yakum, Purwodadi, Grobogan.

“Di situ tidak ada palang pintunya. Nanti kita evaluasi lagi, pasti kita tidak mau hal-hal itu tidak terjadi lagi. Diharapkan nantinya ada palang pintunya. Supaya tidak terjadi lagi,” ungkap Satria.

Atas insiden kecelakaan tersebut para pengguna kendaraan supaya berhati-hati jika melewati perlintasan kereta api. Terutama perlintasan kereta api tanpa palang pintu harus ekstra waspada.

“Untuk masyarakat yang akan lewati pintu KA baik yang terjaga atau tidak terjaga harus hati-hati. Tengok kanan, tengok kiri untuk melihat aman atau tidak apabila nyalakan audio kecilkan dulu, apabila gunakan AC disempatkan untuk buka kaca melihat ada kereta atau tidak. Kemudian lebih berhati hati lagi karena tidak hanya terjadi saat ini. Diharapkan selanjutnya untuk tidak terjadi lagi,” jelasnya.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge