0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Enam Fakta Menarik di Balik Lagu Indonesia Raya

Proses perekamanlagu Indonesia raya di lokananta, Sabtu (20/5). (foto: Rosyid)

Timlo.net – Indonesia Raya tentu sudah sangat akrab di telinga kita. Lagu Kebangsaan Indonesia itu sering dinyanyikan dalam berbagai kesempatan. Tak hanya upacara dan apel di sekolah-sekolah, instansi-instansi dan perusahaan milik pemerintah wajib menyanyikan lagu itu di setiap kegiatan resmi.

Namun ternyata masih banyak hal yang tidak diketahui banyak orang tentang Lagu Ciptaan Wage Rudolf Supratman itu. Berikut ini, fakta-fakta tentang Indonesia Raya yang tak diketahui orang banyak:

1. Diaransemen oleh orang Belanda

Indonesia Raya memang ciptaan Wage Rudolf Supratman. Namun lagu Indonesia Raya yang sekarang sering kita dengar merupakan racikan komposer Belanda, Jozef Cleber berdasarkan arahan Presiden Soekarno. Versi inilah yang menjadi lagu kebangsaan Indonesia menurut Peraturan Pemerintah No 44 tahun 1958.

2. Awalnya lagu keroncong

WR Supratman mengaransemen Indonesia Raya sebagai lagu keroncong. Salah satu perusahaan rekaman milik orang Yo Kim Tjan yang tertarik merekam lagu tersebut dan mendistribusikannya.

Rekaman pertama Indonesia Raya dilakukan sebelum Kongres pemuda 28 Oktober 1928. Meski mendayu, lagu ini berhasil membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat untuk merebut kemerdekaan.

Dianggap berbahaya oleh Pemeintah Belanda, semua rekaman versi keroncong pun dimusnahkan hingga tak bersisa.

3. Pertama kali dikumandangkan di peristiwa bersejarah

Indonesia Raya versi Keroncong pertama kali dikumandangkan di Kongres Pemuda 28 Oktober 1928. Dari kongres inilah terjadi peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda.

4. Terdiri dari tiga Stanza

Lagu Indonesia Raya versi lengkap terdiri dari tiga stanza sesuai PP No 44 tahun 1958. Bila dinyanyikan lengkap, Indonesia Raya membutuhkan waktu sekitar 4 menit. Durasi ini terlalu lama sehingga dalam upacara-upacara hanya diambil stanza pertama.

5. Memiliki lima versi

Ada lima cara membawakan Lagu Indonesia Raya yaitu orkes simfoni, orkes harmoni, orkes fanfare, solo piano, dan unisono. Masing-masing bisa dibawakan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.

6. Hanya direkam Lima Kali Sejak 90 tahun

Sejak diciptakan di awal 1900-an, Indonesia Raya tidak banyak direkam. Versi keroncong dari WR Supratman punah sebelum kemerdekaan. Kedua, versi mars yang dikonduktori orang Jepang, Nobuwo Oda. Ketiga, Racikan Jozef Cleber tahun 1950 yang kini menjadi babon Indonesia Raya. Keempat, rekaman Addie MS tahun 1997. Versi Addie MS mengacu kepada aransemen Jozef Cleber. Terakhir, rekaman di Lokananta tahun 2017. Rekaman kelima ini lagi-lagi mengacu kepada versi Jozef Cleber tahun 1950. (*/dari berbagai sumber)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge