0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Driver UberX di Solo Tak Khawatir Ditindak

Ilustrasi (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Pemerintah Kota Solo tegas melarang UberX beroperasi di Kota Bengawan. Surat peringatan sudah dilayangkan sejak sepekan lalu ke Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama (KJTUB) untuk segera menghentikan aktivitasnya. Namun, seolah tak menggubris peringatan Pemkot, para pengemudi Uber masih saja nekat beroperasi. Sejumlah mobil UberX masih bersliweran di jalanan Kota Solo seperti tampak di aplikasi Uber.

“Saya berpegang pada Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan No 16 tahun 2017). Di sana kan sudah jelas bahwa transportasi berbasis aplikasi boleh beroperasi,” kata salah satu Driver UberX, Muhammad Jundi saat dihubungi Timlo.net melalui telepon, Sabtu (20/5).

Jundi tak khawatir dengan ancaman penindakan dari Pemkot maupun Polisi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai asisten dokter itu tidak merasa melanggar aturan. Larangan dari Pemkot dan Polisi dinilai tak berdasar. Ia menduga Pemkot melarang UberX karena permintaan perusahaan taksi yang tidak siap bersaing dengan Uber. Meski demikian ia mengaku tidak terlalu memahami detil aturan tentang transportasi berbasis aplikasi.

“Kalau mau ditindak ya silakan saja. Tinggal kita ikuti prosesnya. Apa yang kita langgar. Kalu ditilang ya kita bayar. Biasanya juga seperti itu,” kata dia.

Ia berharap ke depan Pemkot bisa lebih terbuka. Uber sebagai perusahaan internasional sendiri sudah menjamin keamanan penumpang. Tak hanya mobil dan pengemudi, penumpang uber juga mendapat jaminan asuransi dari perusahaan rekanan Uber.

“Pemerintah tidak bisa menjauhi teknologi. Justru harus dirangkul. Kalau tidak bisa bersaing ya sudah. Bekerja sama saja seperti di kota-kota lain,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge