0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perajin Sandal Nyambi Edarkan Pil Koplo Dibekuk Polisi

Pil koplo (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Joko Prawito (37) seorang perajin sandal, warga Lingkungan Prajuritkulon, RT 01 RW 02, Kecamatan Pralon, Kota Mojokerto, ditangkap Satreskoba Polres Mojokerto karena terbukti menyimpan 17 ribu butir pil doble L (pil koplo). Untuk mengelabui polisi, di kemasan plastik barang haram itu diberi label Vitamin B1.

Kapolres Mojokerto AKBP Puji Hendro Wibowo mengatakan, Joko merupakan target operasi (TO) yang sudah lama menjadi incaran polisi. Dia merupakan pengedar pil koplo di kalangan remaja di wilayah Mojokerto dan Sekitarnya.

“Tersangka mendapatkan pil koplo dari pemasok dan mengemas sendiri per plastik diberi label vitamin B1 untuk mengelabui petugas,” kata AKBP Puji Hendro Wibowo, Jumat (19/5).

Selain mengamankan belasan ribu butir pil doble L, polisi juga menyita sabu siap edar, serta timbangan elektrik dan seperangkat alat mengisap sabu.

“Kita amankan juga 10 klip plastik berisi sabu berat kotor 4,12 gram, 1 timbangan elektronik, 1 unit handphone merk Nokia,” jelas Puji.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi juga mengamankan Haris Mindriana (26) warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis di rumahnya. Haris merupakan jaringan pengedar di bawah Joko, dengan peredaran wilayah Mojokerto.

“Dari tersangka kedua kita amankan 4.160 butir pil double L, uang sebesar Rp 587 ribu, satu unit handphone merk Nokia,” ujar dia.

Tersangka mengaku mengedarkan pil koplo sejak 3 bulan lalu. Barang haram itu didapat dari seseorang di Kediri, kemudian dijual di Mojokerto dan Jombang.

“Satu plastik isi 1.000 butir saya beli Rp 350 ribu, lalu saya jual ke pengecer dan pemakai Rp 450 ribu, serta untung Rp 100 ribu per plastik,” kata Joko.

Kedua tersangka bersama barang buktinya diamankan di Mapolres Mojokerto, untuk proses pemgembangan.

“Keduanya kita jerat Pasal 197, Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 114 ayat 2, Subsider pasal 111 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” ucap AKBP Puji Hendro Wibowo. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge