0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenperin Bentuk Material Center Produk Furnitur

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (kiri) (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Kementrian Perindustrian akan menggandeng Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk membentuk material center. Dengan adanya material center tersebut diharapkan dapat membantu menyiapkan kebutuhan bahan baku bagi pelaku usaha furnitur dalam negeri.

“Karena selama ini salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku furnitur kita adalah soal ketersediaan bahan baku. Sehingga dengan adanya material center ini nantinya bisa memudahkan para pelaku usaha, karena semua perijinan mengenai SVLK akan diurusi oleh PPI,” ujar Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Dirjen IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih kepada wartawan, Jumat (19/5).

Dalam penyediaan bahan baku, nantinya PPI akan dibantu oleh perbankan yang tergabung dalam himpunan bank milik Negara (Himbara) seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN untuk pendanaanya. Mengingat saat ini masih dalam proses pembentukan, pihaknya berharap pengurus HIMKI bisa memberikan masukan terkait material yang dibutuhkan.

“Untuk langkah pertama memang focus kita masih pada produk furnitur. Namun kedepan tidak menutup kemungkinan bisa menyediakan kebutuhan material untuk industri yang lainnya,” jelas dia.

Sementara untuk mendorong promosi produk furnitur dalam negeri, Gati juga menyebut akan menyediakan aplikasi digital melalui E-Smart. Layanan E-Smart tersebut akan menggandeng dua market place,yaitu Bukalapak dan Belanja.com.

“Target kita dengan adanya E-Smart ini bisa mengakomodir 1000 pelaku IKM diseluruh Indonesia. Tidak hanya produk furnitur, tapi juga lainnya seperti kerajinan,makanan dan minuman, fashion, perhiasan dan herbal,” tandasnya.

Layanan E-Smart tersebut diharapkan dapat membantu melakukan penetrasi pasar baik dari dalam maupun luar negeri. Pasalnya hingga saat ini, dengan adanya kemudahan layanan digital justru banyak dimanfaatkan untuk memasarkan produk impor.

“Saya yakin produk kita tidak kalah bersaing dengan produk impor. Karena dari sisi kulitas dan kreatifitas jauh lebih baik,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge