0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nilai Ekspor Furniture Ditarget Tembus 3,5 Miliar Dolar AS

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (kiri) saat memberikan sambutan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Nilai ekspor produk furniture dalam negeri ditargetkan mencapai 3,5 miliar US Dollar pada 2019. Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah melalui Kementrian Perindustrian siap memberikan beberapa fasilitas kemudahan bagi para pelaku usaha.

“Kalau kita melihat potensi ekspor produk furniture dalam negeri itu luar biasa besar. Oleh karena itu, dengan capaian saat ini yang baru menyentuh angka 1,5 US Dollar kita harapkan pada 2019 bisa meningkat menjadi 3,5 miliar US Dollar secara market share dunia,” ujar Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Dirjen IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih kepada wartawan, Jumat (19/5).

Dirinya menilai, masih minimnya nilai eskpor produk furniture dalam negeri yang terjadi saat ini karena dipengaruhi beberapa faktor. Sehingga melihat kondisi tersebut pemerintah  mulai melakukan evaluasi kebijakan, dan siap mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk dapat lebih produktif agar bisa menggenjot nilai ekspor.

“Padahal kita ini memiliki hutan yang cukup luas, tapi ternyata nilai ekspornya justru masih kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu hasil evaluasi yang dilakukan, pemerintah melalui Kemenperin juga harus turun tangan untuk membantu para pelaku usaha dalam negeri,” jelasnya.

Gati menyebutkan, sudah ada beberapa fasilitas yang diberikan pemerintah untuk membantu meningkatkan produktifitas pelaku usaha furniture dalam negeri. Diantaranya adalah dana restrukturisasi untuk pembelian mesin, penyediaan bahan baku yang bekerjasama dengan PPI, kebijakan mengenai kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), promosi dan pelatihan sumber daya manusia (SDM).

“Bahkan saat ini kita juga berencana untuk membuat politeknik yang focus kepada produk furniture di Kendal. Harapannya dengan adanya support itu target yang dicanangkan pemerintah bisa terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo dalam kesempatan yang sama menyampaikan, adanya penurunan nilai ekspor produk furniture di Jawa Tengah saat ini karena dipengaruhi beberapa hal. Mulai dari gejolak ekonomi, bahan baku, SVLK, dan kualitas yang rendah. Namun demikian dengan adanya dorongan dari pemerintah melalui penyederhanaan SIUP dan TDP, KITE serta  promosi, diyakini dapat mendorong nilai ekspor.

“Terbukti dalam pameran IFEX kemarin, nilai ekspor kita berhasil tumbuh cukup signifikan.yaitu mencapai 73 persen,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge