0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Isu Pembelian Lahan Besar-Besaran, Warga Giritontro Resah

Wonogiri — Isu pembelian lahan warga oleh perusahaan swasta secara besar-besaran kembali mengemuka di Desa Telogosari, Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Hal itu pun memunculkan desas-desus miring di kalangan warga. Pasalnya ada dua perusahaan yang konon akan membeli lahan. Tak urung, warga menganggap pembelian lahan oleh perusahaan itu tidak serius.

“Yang benar yang mana, saya tidak tahu, tapi belum lama ini memang ada PT baru yang juga mau membeli lahan warga, konon PT ini menggantikan PT Katwang Jaya yang dulu sudah membeli sebagian lahan warga di sini. Ini kami malah jadi bingung dan ragu-ragu mau menjual lahan,” ucap salah satu warga Kecamatan Giritontro yang enggan disebutkan namanya, Jumat (19/5).

Adanya kabar simpang siur tersebut,kata dia sebagian warga enggan menjual lahannya. Mereka beranggapan, jika perusahaan itu hanya main-main alias tidak serius.

“Ya kalau begini, warga jadi was-was. Padahal kita berharap segera ada kepastian,” katanya.

Kades Telogosari, Kecamatan Giritontro,Winanto mengakui, belum lama ini ada perusahaan yang turut serta membeli lahan milik warga setempat. Bahkan rencananya hari ini ada sekitar 10 warga akan disidangkan di kantor balai desa setempat. Wiyatno menyebut, tujuan dari sidang itu,adalah untuk memastikan status lahan warga.

“Benar, selain PT.Katwang Jaya belum lama ini masuk PT lain yang katanya akan membeli lahan warga di desa ini, tapi nama PT baru itu saya tidak hafal, Mas,” bebernya.

Menurut dia, hari ini ada sekitar 10 warga yang berminat menjual lahanya kepada PT tersebut. Ia mengaku sudah mendapat tembusan dari PT baru itu melalui petugas lapangan. Namun demikian, selaku pemerintah desa, dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Hanya saja ia akan melakukan sidang atau merunut hak milik atas tanah warga yang akan dijual tersebut. Pada intinya, kata Wiyatno, pemerintah desa memfasilitasi adanya sidang, yang menurut dia, akan dilakukan di balai desa setempat untuk mengetahui status tanah yang dimiliki warga.

“Nanti akan kita runut,apakah benar-benar sudah disetujui sanak familinya soal akan menjual lahannya,karena kebanyakan tanah warga ini kan warisan orang tua, jadi kalau kerabatnya ada yang di perantauan harus ada surat kuasa. Kami tidak mau ada persoalan di belakang kemudian, selain itu sidang ini juga memberikan kejelasan status tanah. Yang jelas hari ini baru sidang belum ada proses pembayaran dari perusahaan,” jelasnya.

Ditambahkan, sebelumnya ada beberapa tanah warga yang sudah dibeli oleh perusahaan yakni PT Katwang Jaya. Ada enam warga kami sudah terjadi pembayaran walaupun hanya baru menerima uang muka (DP).

“Tapi secara pribadi saya sangat eman-eman. Saya sempat menyarankan, kalau bisa jangan dijual kepada PT, karena kalau sudah jadi hak milik PT sudah tidak bisa dibeli warga lagi, padahal lahan warga yang dijual ini kebanyakan berwujud bukit- bukit,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge