0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA

Telomere. (Dok: Timlo.net/ wolfsonintegrativecardiology.com)

Timlo.net—Apakah Anda merasa marah saat seseorang memotong antrian Anda di depan kasir supermarket? Apakah Anda berpikir dia sengaja melakukannya? Hati-hati, Anda memperpendek hidup Anda. Ahli biologi molekul Elizabeth BlackBurn, pemenang Hadiah Nobel di bidang medis pada 2009 dan psikolog kesehatan Elissa Epel mengatakan jika pikiran negatif bisa membunuh DNA.

Keduanya menulis sebuah buku baru berjudul “The Telomere Effect”, jika pikiran-pikiran negatif bisa merusak kesehatan dalam tingkat DNA. Penelitian menunjukkan jika gaya hidup, hubungan sosial, dan lingkungan mempengaruhi genetis seseorang. Walaupun orang lahir dengan seperangkat gen tertentu, cara dia hidup bisa mempengaruhi bagaimana dia mengekspresikan diri sendiri.

Elizabeth dan Elissa berkata jika komponen DNA yang disebut telomere menentukan seberapa cepat sel-sel Anda menua. Telomere yang pendek adalah salah satu alasan utama kenapa sel-sel manusia menua. Tapi hasil uji coba laboratorium menunjukkan telomere bisa bertumbuh panjang. Dalam kata lain, penuaan bisa dipercepat atau diperlama. Dalam beberapa aspek bahkan dibalik.

Orang yang marah saat antriannya dipotong tadi adalah contoh dari permusuhan sinis. “Orang yang memiliki skor tinggi pada permusuhan sinis cenderung beresiko terkena penyakit kardiovaskular, penyakit metabolisme dan seringkali mati lebih muda. Mereka juga memperpendek telomere,” ujar kedua peneliti.

Pesimisme juga memperpendek telomere. “Saat para pesemis menderita penyakit yang berkaitan dengan penuaan seperti kanker atau penyakit jantung, penyakit itu cenderung bertambah parah lebih cepat..Mereka cenderung mati lebih awal,” kata keduanya memperingatkan.

Terus memikirkan situasi buruk juga merusak. “Terus memikirkan situasi buruk tidak pernah memberikan solusi, hanya membuat pikiran kita lebih sibuk..Saat Anda sibuk memikirkan situasi buruk, stres berada di dalam tubuh lebih lama walaupun alasan untuk stres sudah berakhir,” tulis keduanya. Hasilnya adalah depresi dan kegelisahan yang membuat telomere lebih pendek.

Mencoba menekan pikiran dan perasaan justru membuat situasi lebih buruk. “Semakin kuat Anda menekan pikiran Anda, semakin lebih keras mereka berusaha mencuri perhatian Anda…Dalam sebuah penelitian kecil, semakin besar usaha menghindari perasaan dan pikiran negatif semakin pendek telomere,” terang keduanya.

Bahkan kurang fokus juga buruk untuk telomere karena saat orang tidak memikirkan tentang apa yang mereka lakukan, mereka tidak sebahagia saat pikiran mereka benar-benar terlibat. “Untuk membalikkan kerusakan pada telomere, cobalah meditasi dan lari jarak jauh,” saran kedua peneliti.

Sumber: Times of India.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge