0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disebut Perkeruh Suasana, Formas Kebakaran Jenggot

LSM Formas saat audiensi dengan Komisi II DPRD Sragen terkait polemik Pasar Masaran (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Forum Masyarakat Sragen (Formas) menyayangkan pernyataan salah satu pedagang Pasar Masaran yang menilai kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam polemik penataan pasar justeru memperkeruh suasana. Pernyataan tersebut selain tidak berdasar juga merupakan pencemaran nama baik.

“Formas bertindak berdasarkan aduan para pedagang Pasar Masaran, justru Formas ingin menyelesaikan masalah,” kata Ketua Advokasi dan HAM Formas, Sri Wahono, Rabu (17/5).

Kepada Timlo.net, Sri Wahono menyatakan, pihaknya tersinggung dengan pernyataan Kuncoro, salah seorang pedagang Pasar Masaran yang setuju dengan relokasi. Apa yang dinyatakan Kuncoro sama sekali tidak ada dasarnya. Dia meminta si pembuat pernyataan itu untuk membuktikan kalau kehadiran LSM di Pasar Masaran membuat keruh suasana di antara para pedagang.

“Walau dia tidak menyebut nama LSM tersebut. Tapi satu-satunya LSM yang hadir di sana (Pasar Masaran —Red), yang menangani persoalan itu adalah Formas,” tegas Wahono.

Wahono mengingatkan agar tidak sembarangan membuat pernyataan, kalau tidak mempunyai bukti yang cukup. Bahkan pihaknya tidak segan-segan untuk menuntut secara hukum lantaran hal itu sudah termasuk pencemaran nama baik.

“Formas sudah 17 tahun mengabdi pada masyarakat tanpa pamrih. Dan Formas melangkah atas dasar aduan dari masyarakat, bukan Formas cari-cari masalah,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu pedagang Pasar Masaran, Kuncoro menyatakan, kehadiran LSM dalam persoalan Pasar Masaran dinilai bisa membuat keruh suasana dan mempertajam polemik antar sesama pedagang. Padahal jika dihitung hanya sekitar 20 pedagang yang tidak setuju dengan penataan ulang (relokasi) pasca pembangunan pasar.

“Kehadiran LSM ini hanya untuk memperkeruh suasana, bukan menyenangkan, menjadi kita tidak nyaman berjualan. Kita-kita yang sudah menerima sudah enak berjualan, terus ada demo, jadi tidak nyaman ini,” kata perwakilan pedagang Pasar Masaran yang menerima relokasi, Kuncoro.

Pernyataan tersebut disampaikan usai audiensi dengan Komisi II DPRD Sragen, Senin (15/5) lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge