0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Selama 2016, Angka Kematian Bayi Capai 129 Kasus

Sosialisasi Germas dan Akselerasi Penurunan AKI/AKB (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sragen cukup tinggi. Pasalnya selama tahun 2016 terjadi 129 kasus kematian bayi dan 17 kasus kematian ibu. Pemkab Sragen pun berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi serendah mungkin.

”Bupati menargetkan angka kematian di Sragen bisa kurang dari 10 kasus. Saat ini sudah ada enam,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen, dr Hargiyanto, Selasa (16/5) .

Di sela-sela acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Akselerasi Penurunan AKI/AKB di Gedung Dinkes Sragen, Hargiyanto menyatakan,  AKI/AKB di Sragen sebenarnya sudah turun drastis. Memasuki pertengahan tahun ini, untuk kematian bayi sudah sebanyak 39 kasus dan kematian ibu enam kasus. Meski demikian, pihaknya beruapaya menekan AKI sampai kurang dari 10 kasus di Sragen.

“Selain itu, kami juga mengupayakan bayi lahir juga tidak mengalami penurunan berat badan. Sehingga kondisi ibu maupun bayi yang lahir sehat dan sempurna,” terangnya.

Untuk menekan AKI/AKB, berbagai upaya dilakukan dengan sosialisasi menghindari hamil resiko tinggi, seperti usia ibu dibawah 17 tahun dan diatas 35 tahun. Selain itu juga dengan menghindari jarak kehamilan yang terlalu dekat antara anak yang satu dengan kehamilan berikutnya.

“Semua proses kehamilan harus dijadwalkan dengan matang, termasuk pengecekan kehamilan secara rutin,” ujarnya.

Dalam Sosialisasi Germas dan Akselerasi Penurunan AKI/AKB tersebut juga dihadiri Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge