0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harmonisasikan Lulusan SMK dengan Dunia Usaha dan Industri

(timlo.net/eko prasetyo)

Solo — Salah satu dari tiga program prioritas pemerintah saat ini di bidang pendidikan adalah revitalisasi pendidikan vokasi. Hal ini disampaikan di depan ratusan guru dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat membuka Seminar Internasional yang digelar di Aula FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Selasa (16/5).

“Saya melihat acara seminar ini adalah ajang berbagi pengalaman dan praktik baik bagi setiap orang untuk membangun kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi,” ujar Mendikbud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Salah satu cara untuk merevitalisasi pendidikan vokasi, menurut Muhadjir, adalah dengan mengharmonisasikan siswa SMK dan lulusannya dengan dunia usaha dan dunia industri, baik dalam pembelajaran maupun perolehan lapangan pekerjaan.

Seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud dari tanggal 16-18 Mei 2017, menghadirkan 17 pembicara dari berbagai mancanegara. Diantaranya, Catherine Moliac (Inspektur Pendidikan Nasional Prancis), John May (Sekretaris Jenderal The Duke of Edinburgh’s Award International Foundation), Volker Schimd (Kepala Penjualan se-Asia Pasifik PT Festo, Jerman), dan lainnya. Sedang narasumber dari dalam negeri, diantaranya adalah Gatot Hari Priowirjanto (Direktur Sekretariat SEAMEO), Ananto Kusuma Seta (Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing), Ravik Karsidi (Rektor Universitas Sebelas Maret).

Seminar bertemakan “Establish the Standard Quality of Vocational School Graduate to Face the ASEAN Qualification Skill Competencies” (Penetapan Standar Kualitas Lulusan SMK dalam Menghadapi Kualifikasi Keahlian Tingkat ASEAN).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge