0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengadaan Perpustakaan Desa Dimonopoli?

Inilah rak kayu tempat buku senilai Rp 2 juta per unit hasil pengadaan perpustakaan desa (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pembelian buku, rak dan pelatihan pustakawan bersumber Dana Desa memunculkan kecurigaan. Pemerintah desa di 162 desa diarahkan menggunakan rekanan tertentu.

“Waktu itu saya baru menjabat dua hari sebagai kades menjelang batas akhir pengesahan APBDes. Di situ sudah ada mata anggaran pengadaan perpustakaan desa. Selanjutnya dari kecamatan menginstruksi penggunaan penerbit tertentu untuk pengadaan paket perpustakaan desa senilai Rp 25 Juta,” ujar salah seorang kades di wilayah Tasikmadu kepada wartawan, Selasa (16/5).

Sebenarnya, ia tak mempermasalahkan pengadaan itu meski mekanismenya kurang tepat. Selaku pengguna Dana Desa, seharusnya pemerintah desa bebas memilih rekanan pengadaan maupun menentukan pagu anggaran. Terlebih spesifikasi barang seharusnya sesuai keinginan desa. Namun faktanya berkebalikan. Setelah barang dari perusahaan penerbitan dan percetakan asal Colomadu tiba April lalu, ternyata mengecewakan.

“Rak bukunya kok seperti itu. Padahal saya sudah telepon ke penyedia barang terkait desain rak. Akan saya lunasi jika raknya diganti,” katanya mengeluhkan desain rak tak bisa memuat banyak buku.

Ia memastikan barang keperluan perpustakaan yang diterimanya sama seperti yang diterima 10 desa di Tasikmadu karena dari rekanan itu.

Penelusuran Timlo.net, pagu pengadaan perpustakaan desa ditentukan Rp 25 Juta tanpa negosiasi dengan pengguna anggaran. Penentu program itu diduga pejabat berpengaruh di atas kades. Rinciannya, 178 buku senilai Rp 13,150 Juta, empat unit rak kayu Rp 8 Juta, dan aplikasi sistem perpustakaan dan aset desa berikut pelatihannya Rp 3,850 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge