0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sikapi Berita Hoax, Ini yang Dilakukan Babinsa Taraman

Pertemuan warga Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Akhir-akhir ini banyak sekali kabar dan informasi bohong (hoax) yang beredar melalui media sosial (Medsos) baik dalam Facebook atau grup WhatsApp (WA) tentang berbagai masalah yang menyangkut keamanan dan sosial. Tidak jarang masyarakat yang percaya dan terkecoh dengan kabar tersebut sehingga mendatangkan keresahan.

“Harus ada edukasi kepada masyarakat dalam menyikapi berita di media sosial, harus cek kepada yang berwenang dan jangan mudah untuk menyebarkan kembali berita-berita tersebut,” kata Babinsa Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sertu Andri, Selasa (16/5).

Hal itu disampaikan Sertu Andri saat menghadiri acara pertemuan rutin warga desa yang dihadiri kepala desa, Babinkamtibmas, Ketua BPD dan pengurus RT Desa Taraman.

Sertu Andri minta masyarakat tidak mudah terpancing dengan beredarnya berita hoax di medsos. Pasalnya, kalau itu dipercaya, tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan perpecahan dan bisa mengadu domba antar masyarakat.

Sebagai Babinsa, dia mengingatkan pentingnya pendewasaan kepada pengguna Medsos untuk bisa menumbuhkan sikap kritis dan cerdas. Sehingga bisa memilah dan memilih berita yang positif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu cara untuk mengetahui apa berita atau informasi tersebut termasuk hoax atau berita benar, dapat dicari dengan mesin pencari seperti Google untuk memastikan. Kalau memang itu termasuk berita benar, pasti sudah diberitakan oleh media massa.

“Untuk ikut memerangi berita hoax, kini ada aplikasi yang bisa digunakan untuk melaporkan kabar yang dianggap tidak benar. Aplikasi itu tak lain bernama Turn Back Hoax,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge