0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

39 Peserta CBT SBMPTN UNS Tidak Hadir

Penjelasan seputar pelaksanaan SBMPTN 2017 di UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 39 peserta Computer Based Test (CBT) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) atau Panitia Lokal (Panlok) 44 tahun 2017 kedapatan absen atau tidak hadir. Sedang yang hadir tercatat 461 peserta.

“Total jumlah pendaftar CBT SBMPTN UNS 2017 tercatat sebanyak 500 orang,” ungkap Ketua Panlok 44 SBMPTN tahun 2017, Prof Drs Sutarno MSc PhD kepada wartawan saat memberi keterangan, di UNS Inn, Selasa (16/5).

Sementara itu, untuk pendaftar Paper Based Test (PBT) SBMPTN UNS tahun 2017 untuk kelompok Saintek ada sebanyak 476 peserta yang absen, berikutnya ada 202 peserta kelompok ujian Campuran yang tidak hadir. “Sedang untuk kelompok Soshum hingga saat ini masih ditunggu laporannya,” jelas Sutarno.

Menurut Sutarno, jumlah pendaftar PBT SBMPTN di Panlok 44 ada sebanyak 24.554 peserta.  Terdiri dari Saintek 10.427 peserta, Soshum  11.633 peserta dan Campuran 2.494 peserta.

Diantara pendaftar SBMPTN UNS tahun 2017, menurut Sutarno, ada delapan orang peserta yang berkebutuhan khusus. Yakni Winda Ayu Partika berkebutuhan khusus Tuna Rungu dengan lokasi test di Kampus ISI Surakarta Mojosongo, Agung Pamuji  berkebutuhan khusus Tuna Netra dengan lokasi SMP Negeri 7 Surakarta, Andre Rian Nur berkebutuhan khusus Tuna Rungu  dan Rohman berkebutuhan khusus Tuna Wicara di SMA Negeri 4 Surakarta, Toviyani Widi Saputri berkebutuhan khusus Tuna Netra di SMA Negeri 4 Surakarta, Rohib Nasroh berkebutuhan khusus Tuna Rungu di SMP Negeri 12 Surakarta, Siti Maisaroh berkebutuhan khusus Tuna Netra di SMK Negeri 7 Surakarta dan Uria Dwi Anugrah Jaya berkebutuhan khusus Tuna Netra di SMP Negeri 10 Surakarta.

Untuk peserta Tuna Netra, menurut Sutarno yang juga Wakil Rektor I UNS, disediakan ruang khusus, pelaksanaan ujian masing-masing didampingi satu orang pengawas dari dosen PLB FKIP UNS yang bertugas membaca soal, dan satu orang dari guru/dosen lokasi ujian setempat yang bertugas menyalin jawaban ke Lembar Jawab Ujian (LJU).

Untuk peserta Tuna Rungu/Tuna Wicara, menurut Sutarno, peserta tetap di ruang aslinya. Peserta tersebut hanya butuh pendamping dalam pengisian identitas peserta pada LJU. “Pendampingan tersebut, cukup dilakukan pengawas di ruang tersebut,” jelasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge