0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Uang yang Dikumpulkan Hacker Dari Ransomware WannaCry Capai Rp 800 Juta

Ransomware WannaCry. (Dok: Timlo.net/ BBC.)

Timlo.net—Sejak Jumat, lebih dari 300 ribu komputer di lebih dari 150 negara terkena serangan ransomware WannaCry. Malware ini mengunci semua data pada komputer dengan password. Bila pemilik sistem komputer ingin datanya kembali, mereka harus membayar uang tebusan senilai $300 (Rp 3,9 juta).

Akan tetapi para hacker di balik serangan cyber terbesar saat ini itu dianggap gagal. Selama serangan tiga hari ini, para hacker hanya berhasil mengumpulkan uang sebesar $ 60. 512,82 (Rp 805 juta). WannaCry diciptakan menggunakan celah keamanan pada Windows yang dikembangkan oleh NSA, lembaga keamanan nasional Amerika Serikat (AS). Malware itu akan menampilkan sebuah pesan bila pengguna ingin datanya dikembalikan dengan aman, mereka harus membayar uang.

Uang pembayaran ini dikirim dalam bentuk Bitcoin. Bitcoin merupakan mata uang krypto yang menggunakan protokol blockchain, sehingga para pengguna benar-benar anonim saat mengirim atau menerima pembayaran. Akan tetapi, setiap transaksi bitcoin bisa dilihat masyarakat umum. Yang tersembunyi hanyalah identitas orang yang membuat atau mengirim pembayaran bitcoin.

Firma keamanan cyber Eropa, Redsocks dalam analisa mereka menemukan jika para hacker di balik serangan ini menggunakan tiga dompet bitcoin. Saat firma itu melihat sejarah transaksi ketiga dompet itu, hanya ada 232 pembayaran sejauh ini. Secara total, WannaCry berhasil mengumpulkan uang senilai $ 60. 512, 82 (Rp 805 juta). Satu dompet memiliki 66 transaksi senilai $22.725,81, yang lain 78 transaksi senilai $22.006,60 dan ketiga 68 transaksi senilai $ 15.780, 41.

Dari sekian banyaknya organisasi yang terkena dampak serangan, pembayaran yang diperoleh cukup rendah. Alasan pastinya tidak diketahui. Yang menarik, dalam pesannya para hacker mengancam jika uang tebusan tidak dibayar dalam tiga hari maka uang tebusan akan naik dua kali lipat.

Hal ini berarti ada beberapa sistem komputer yang sudah melewati jangka waktu tiga hari. Bisa jadi pemilik komputer ini akan segera membayar uang tebusan itu. Mungkin ada dompet bitcoin yang terkait serangan WannaCry yang belum diketahui.

Sementara itu, menurut pemberitaan Reuters, beberapa ahli keamanan cyber percaya jika alasan di balik serangan WannaCry bukanlah soal uang. Tapi karena para pelakunya ingin menimbulkan kerusakan, mereka ingin melihat dunia kacau.

“Saya percaya jika hal ini disebar untuk tujuan menyebabkan kerusakan sebanyak mungkin,” kata Matthew Hickey, seorang pendiri firma konsultan keamanan cyber Inggris, Hacker House kepada Reuters.

Sumber: India Today.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge