0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Jadi Ladang Subur Peredaran Narkoba

Kepala BNNP JatengBrigjen pol Tri Agus Heru Prasetyo menunjukkan foto pelaku pengedar Narkoba yang tewas ditembak (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sejak awal tahun 2017, Kota Solo menduduki peringkat pertama peredaran narkoba di Jawa Tengah. Lokasi Kota Solo sebagai salah satu tempat “Segitiga Emas” membuat pelaku Narkoba tergiur menjajakan barang haram miliknya di Kawasan Kota Bengawan.

“Solo ini lokasinya strategis. Sehingga, banyak bandar yang tergiur untuk menawarkan barang haram mereka disini,” terang Kepala BNNP Jateng, Brigjen pol Tri Agus Heru Prasetyo di RSUD dr Moewardi, Solo, Minggu (14/5) malam.

Sejauh ini, kata perwira bintang satu ini, pihaknya telah berhasil mengungkap 17 kasus narkoba yang di Kawasan Jawa Tengah. Sebagian besar, kasus tersebut memiliki keterkaitan dengan Kota Solo.

“Sejak awal 2017, kami berhasil mengungkap 17 kasus narkoba. Dari pendalaman kasus tersebut, tidak sedikit yang melibatkan sindikat jaringan narkoba Solo,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya terpaksa menembak mati salah seorang bandar sabu bernama Didit Murdwiyoko (38) di Kawasan Kampung Klebet, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Minggu (14/5) pukul 15.00 WIB. Tersangka bandar sabu ini terpaksa dihadiahi timah panas lantaran berupaya melawan dan kabur dari kejaran petugas.

“Dari kasus itu nampak, bahwa Solo menjadi ladang subur peredaran narkoba di Kawasan Jawa Tengah,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge