0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aksi Seribu Lilin di Solo Dibubarkan Polisi

Hampir seratus warga Solo mengikuti aksi Kidung Untuk Negeri Seribu Lilin di depan Balaikota Solo, Minggu (14/5) (ichsan rosyid)

Solo – Aksi Kidung untuk Negeri Seribu Lilin di depan Balaikota Solo, Minggu (14/5) dibubarkan polisi. Aksi yang diikuti hampir seratus peseta itu tidak belum mengajukan pemberitahuan kepada aparat kepolisian. Terlebih, aksi tersebut juga dianggap melanggar peraturan yang berlaku.

“Aksi malam ini tidak boleh karena melanggar aturan,” kata Kabag Ops Polresta Surakarta, Joko Arif usai kegiatan.

Pantauan timlo.net, polisi sempat berunding dengan penyelenggara sebelum aksi dimulai. Tak lama, peserta mulai berkumpul dan menyanyikan beberapa lagu kebangsaan. Senter dan layar telefon seluler dinyalakan sebagai pengganti lilin. Massa langsung membubarkan diri setelah aksi berlangsung tak lebih dari 15 menit.

“Kami secara persuasif meminta mereka untuk meninggalkan tempat,” kata Joko.

Untuk diketahui, menurut Peraturan Kapolri No 9 tahun 2008, aksi di ruang terbuka dalam bentuk apa pun hanya boleh dilakukan maksimal sampai pukul 18.00 WIB. Penyelenggara juga harus menyampaikan pemberitahuan paling lambat tiga hari sebelum acara.

“Ini sudah lebih dari ketentuan waktu yang berlaku. Dan penyelenggara juga tidak mengajukan pemberitahuan kepada kami,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator aksi, Marselianus Muji mengaku pihaknya tidak akan melawan aparat. Ia mengakui pihaknya belum menyampaikan pemberitahuan kepada polisi sebagaimana mestinya. Namun ia tetap meminta waktu untuk menyanyikan lagu bersama peserta. Muji beralasan tujuan aksi sejalan dengan pihak polisi untuk menjaga persatuan bangsa.

“Bukan nekat ya. Kita sudah terlanjur datang. Apalagi kita cuma menyanyikan lagu kebangsaan, apa salahnya,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge