0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dua Mahasiswa Terseret Ombak Pantai Gunungkidul

ilustrasi tenggelam (merdeka.com)

Timlo.net – Dua mahasiswa terseret ombak di Pantai Sedahan, Gunungkidul, DIY, Sabtu (13/5). Seorang ditemukan tewas, sedangkan seorang lainnya selamat.

Koordinator SAR Satlinmas Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengungkapkan, korban meninggal atas nama Irfan Aprolyansah Poutra (19) warga Nikan Jaya, Lubuk Linggau Timur I, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Sedangkan korban selamat atas nama Aldy Prabowo Sitoaus (19) warga Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rokan hilir, Riau.

“Korban datang ke Pantai Sedahan bersama 27 orang mahasiswa lainnya. Rombongan datang ke pantai pada Jumat (12/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka menginap di pinggir pantai sambil mendirikan tenda,” kata Sunu, Sabtu (13/5).

Paginya, sambung Sunu, rombongan mahasiswa itu sempat berfoto-foto lalu juga bermain ke Pantai Wediombo yang letaknya tak jauh dari Pantai Sedahan. Beberapa orang dari rombongan sempat bermain air di pantai.

“Saat bermain air di pantai tiba-tiba datang ombak besar dan menggulung rombongan. Ada dua yang terseret ombak yaitu Aldy dan Irfan,” ungkap Sunu.

Sunu menuturkan bahwa beberapa pengunjung yang melihat korban terseret ombak pun segera memberitahu petugas SAR. Petugas SAR, lanjut Sunu, segera mendatangi lokasi menggunakan kapal jukung untuk menyelamatkan korban.

“Karena gelombang tinggi, kapal kesulitan untuk mendekati tubuh korban yang terapung. Tim SAR yang berada di darat langsung melakukan penyelamatan kepada korban. Tubuh Aldy akhirnya bisa diselamatkan dengan menggunakan tali dan tubuhnya diseret,” terang Sunu.

Sunu menambahkan bahwa korban meninggal atas nama Irfan berhasil ditemukan sekitar 10 meter dari pasiran. Korban Irfan ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Korban langsung kita bawa ke RSUD Wonosari. Untuk korban Aldy kondisinya sudah membaik tetapi masih dirawat,” ungkapnya.

“Kami selalu mengingatkan kepada para pengunjung pantai agar tidak mandi di laut. Tetapi masih banyak pengunjung yang nekat dan nahasnya hingga terseret ombak,” lanjut dia.

Diakui Sunu, untuk menyelamatkan korban, pihaknya membutuhkan peralatan lebih baik, selama ini jika gelombang tinggi pihaknya kesulitan. Apalagi dengan semakin banyaknya wisatawan yang mengunjungi pantai.

“Kami memerlukan peralatan tambahan, seperti jetsky untuk menyelamatkan korban,” jelas Sunu.

[msh]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge