0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petinggi MUI Tidak Sepakat Polri Minta Red Notice untuk Habib Rizieq

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polri berencana mengirimkan surat permintaan red notice untuk pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab ke Interpol. Red notice dikirimkan Polri lantaran Rizieq beberapa kali mangkir dari pemeriksaan penyidik dan diketahui tengah berada di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah tidak sepakat dengan sikap Polri. Dia justru mempertanyakan dasar Polri memasukkan nama Rizieq ke daftar red notice Interpol.

“Enggak perlu red notice saya kira, kayak penjahat aja kan bisa didatangin di mana sih dia berada,” kata Ikhsan di Jakarta, Sabtu (13/5).

Ikhsan justru menyarankan penyidik polisi untuk menemui Rizieq yang tengah berada di Malaysia. Menurutnya, penyidik harus menggunakan cara persuasif atau dialog untuk meminta Rizieq pulang ke Indonesia.

“Kenapa enggak datang aja sih, penyidiknya datang ke tempat Habib Rizieq,” ujar dia.

Jika penyidik merasa keberatan mendatangi Rizieq di luar negeri, dia menyarankan agar pihak kepolisian bersabar menunggu kepulangan pentolan FPI itu ke Indonesia. Mengingat, izin tinggal di luar negeri atau visa memiliki batas waktu yang sudah ditentukan.

“Iya ditunggu lah, kan di luar negeri ada batas waktunya juga tunggu aja nantinya juga pulang. Harus paham juga,” ucapnya.

“Kecuali begini kalau orang ini membahayakan benar bagi negara, menggoncangkan situasi kalau dia enggak datang itu baru. Ini enggak ada apa-apa kok, nanti kalau dia datang baru diperiksa, orang ini enggak ada apa-apa kok,” tambah Ikhsan.

Ikhsan meminta pihak kepolisian bisa meredam situasi yang mulai panas. Menurut dia, semua pihak berhenti menggiring isu kasus Rizieq kepada publik.

“Buat yang nyaman lah, diproduk terus isu-isu. Jadi kita itu enggak ada habis-habisnya membicarakan yang menurut saya enggak penting,” jelas Ikhsan.

[msh]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge