0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berdayakan Petani, Pemerintah Atur Impor Bawang Putih

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Merangkaknya harga komoditas bawang putih yang terjadi di pasaran adalah implikasi dari kebijakan pemerintah yang mengatur soal barang impor. Dengan adanya kebijakan itu diharapkan bisa mendorong produktivitas petani dalam negeri.

“Karena komoditas bawang putih ini sekarang sudah mulai diatur pemerintah dalam melakukan impor. Sehingga sifatnya sudah tidak menjadi barang bebas impor lagi seperti sebelumnya,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima kepada wartawan, Sabtu (13/5).

Sehingga dengan adanya kebijakan itu, harapannya pemerintah tidak lagi menjadi latah seperti pemerintah periode sebelumnya. Dimana setiap ada kenaikan harga komoditas pangan di pasaran, solusinya selalu membuka kran impor secara besar-besaran.

“Alasan dilakukannya pengaturan impor untuk komoditas pangan, termasuk bawang putih ini karena ingin mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Sehingga diharapkan dapat mendorong para petani local untuk lebih produktif lagi dalam menggenjot hasil produksi panennya,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan yang selalu membuka kran impor disaat harga dipasaran merangkak naik bukanlah pilihan yang cerdas untuk melakukan pemberdayaan petani. Pasalnya dengan cara yang demikian bukan kemandirian pangan yang didapatkan, melainkan ketergantungan dengan negara lain.

“Kalau kita amati sekarang, 70 persen kebutuhan bawang putih dalam negeri itu mengandalkan diimpor dari luar. Artinya minimnya produksi dalam negeri bukan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan,malainkan kondisi ini adalah dampak dari kebijakan pemerintah sebelumnya yang memudahkan impor barang,” tandasnya.

Kendati demikian, Aria Bima mengatakan, untuk menstabilkan harga saat Ramadan dan Lebaran dipastikan pemerintah akan melakukan evaluasi soal suplay dan demand. Sehingga masyarakat diminta tidak perlu kwatir akan terjadi kelangkaan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge